Sebagai pembaca awam karya sastra, saya termasuk orang yang mengagumi karya Andrea Hirata dengan tetralogi Laskar Pelanginya. Sebenarnya belum bisa disebut tertralogi karena edisi keempat (Maryamah Karpov) belum keluar. Lebih tepatnya, trilogi Laskar Pelangi.
Tiga buku yang ditulis Andrea ini sangat menginspirasi saya. Dan saya yakin buku Andrea juga menginspirasi jutaan pembaca lainnya.
Walaupun sebagai pembaca, saya melihat adanya ketidakvalidan cerita. Saya sebut tidak valid karena ada bagian-bagian yang tidak masuk akal antara buku pertama (Laskar Pelangi) dan kedua (Sang Pemimpi).
Dalam buku kedua diceritakan, Arai diangkat keluarga Ikal (Andrea Hirata) sejak umur enam tahun. Seharusnya, karena orang tua Ikal hidup serba kekurangan, Arai tentu masuk di sekolah yang sama dengan Ikal. Ya, di sekolah kampung yang biayanya murah, yang nyaris ditutup karena tidak memiliki sepuluh murid: SD Muhammadiyah. Sepuluh murid yang kemudian menjadi anggota Laskar Pelangi.
Menjadi aneh ketika tokoh Arai sama sekali tidak diceritakan dalam buku pertama (Laskar Pelangi). Kalau dipikir lagi, Arai si anak angkat ini sekolah di mana, kalau bukan di SD Muhammadiyah. Sedangkan Ikal saja sekolah di SD miskin tersebut. Dan menjadi sangat aneh kalau Arai sekolah di SD Muhammadiyah tapi tidak satu kelas dengan Ikal. Karya Andrea juga hiperbolis, terutama ketika menceritakan tokoh lintang.
Tapi, seperti saya bilang di atas, saya mengagumi karya Andrea. Apalagi ini hanya novel yang diangkat dari kisah nyata. Sebagai sebuah karya sastra, tidak salah ketika Andrea kemudian berelaborasi sendiri. Walaupun akhirnya menjadi sesuatu yang janggal bin ganjil.
Dan sekali lagi, saya tetap bisa menerima itu, berusaha menutup mata pada celah-celah tersebut.
Never mind laah.
********
Beberapa hari lalu, saya baca berita ini. Mengejutkan. Tapi... Biarlah, saya tidak peduli. Yang pasti saya kagum dengan karya Andrea.
PS: Review terlambat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
[...] pada Tretalogi Laskar Pelangi, dwilogi ini juga sarat ilmu dan hikmah yang bisa dipetik. Sebagai penggemar Andrea, saya tetap [...]
ReplyDelete