Earth Day Every Day



Dua bulan terakhir ini saya tinggal di kosan yang berada di kawasan sadar lingkungan. Iya, sadar lingkungan. Setidaknya ini yang terpampang di spanduk besar di ujung gang:  ‘Anda memasuki kawasan sadar lingkungan” Begitu kira-kira bunyi tulisannya.

Saya tidak tahu kenapa gang di kampung ini disebut ‘kawasan sadar lingkungan’? Yang pasti, saya merasa nyaman ketika memasuki wilayah ini. Terasa lebih sejuk karena di kanan kiri jalan gang banyak tumbuhan hijau. Tidak terlalu banyak memang. Tapi pohon berukuran cukup besar dan bunga-bunga cantik yang menempel di dinding samping rumah warga, menambah kesan asri.

Sepanjang jalan pun jarang, bahkan boleh dibilang tidak ada sampah, kecuali daun yang berguguran. Kalau daun berjatuhan, menurut saya malah justru memperindah, bukan? Setiap pagi dan sore hari, bapak dan ibu-ibu di jalur gang ini setia sekali menyapu dan menyirami bunga. Iya, bapak-bapak juga. Membersihkan dan merawat lingkungan bersama-sama.

Lalu, apa menariknya?

Tentu saja, suasana asri dan sejuk yang saya rasakan. Saya membayangkan, seandainya semua permukiman penduduk memiliki kesadaran yang sama dengan warga di kampung ini, tentu udara Jakarta tidak terlalu pengap dan bikin sesak.

Apakah mimpi saya berlebihan? Sepertinya iya tapi bukan berarti tidak mungkin. Karena pada dasarnya, kewajiban menjaga lingkungan tidak melulu jadi tanggung jawab tokoh A setelah menyutujui nota kesepahaman, atau tugas besar negara B untuk mengurangi emisi. Tanggung jawab lingkungan ada di tangan kita, individu yang hidup di muka bumi.

Karena, kalau kita mau merunut satu demi satu, di bumi ini terdiri dari negara-negara. Negara terdiri dari kumpulan kelompok-kelompok. Kelompok terdiri dari individu-individu. So, tanggung jawab terhadap lingkungan (bumi) akan kembali ke pangkuan kita masing-masing, ke pundak tiap-tiap individu.

Apa yang kita lakukan terhadap lingkungan pada hari ini, akan menentukan masa depan bumi di masa mendatang. Sebab, setiap keputusan dan tindakan kita mengandung pilihan politis-ekonomis, juga ekologis untuk masa depan bumi.

Sejauh itu?

Ya.

Bayangkan saja, jika 150 juta orang dari 350 juta jiwa penduduk Indonesia memilih menggunakan sepeda motor atau mobil ketimbang angkutan umum massal. Atau 50% penduduk dunia lebih memilih rokok sebagai lifestyle. Dan atau, 100 juta orang membuang sampah plastik setiap harinya. Tentu masih banyak contoh yang lain.

Berbicara mengenai bumi, hari ini 22 April 2010 kita kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga satu-satunya planet yang dihuni manusia ini. Semoga bencana banjir, gempa, lumpur Lapindo, gunung meletus dan rentetan bencana alam lainnya membuka mata dan hati kita untuk lebih care dengan bumi. Menjaga dan menyelamatkan bumi, meski baru bisa dilakukan dari hal  yang kecil.

Semoga Earth Day dan celebration lainnya tidak hanya semboyan tanpa tindakan yang nyata. Ya, semoga saja.

Come on, save our earth..



17 comments:

  1. psotingan menyambut hari bumi ya??
    semoga bumi kita bis alebih baik

    ReplyDelete
  2. bumi akan baik-baik saja sejak jutaan tahun lalu dan (mungkin) sampai jutaan tahun ke depan….
    manusia biasanya cuma mengkhawatirkan dirinya saja… :-)

    ReplyDelete
  3. KeduaX!
    sebelumnya selamat hari bumi mbak. .
    memang banyak sekali slogan-slogan di luar sana yang semuannya mengedepankan nasib bumi seperti green peace, earth hour, de el el. Yang semoga semuannya itu bener-bener ada aplikasi selanjutnya bukan hanya sekedar slogan.
    wah jadi bisa bayangin, pasti nyaman yach menghirup udara seperti itu setiap harinya! tanpa sampah di depan mata.

    ReplyDelete
  4. jelas harus dimulai dari sekarang ga perlu nunggu Earth Day tiba, dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang terkecil..

    ReplyDelete
  5. wah...tulisan2 tentang lingkungan hidupnya menarik..tinggal dibukuin aja nih :mrgreen:

    ReplyDelete
  6. siapa laig yang akan menyelamatkan bumi...kalau bukan kita

    ReplyDelete
  7. tulisan ini sangat bermanfaat
    kita memang sudah merusak alam bener2 merusaknya
    entah mau sampai kapan sprti ini
    ayoo galakkan rasa akan cinta lingkungan hidup
    go grenn

    ReplyDelete
  8. makasih artikelnya
    smoga bisa menjadi tuntunan
    bumi kita memang sudah tua
    ayooo go gren stop global warming
    n save bumi buat anak cucu
    :D

    ReplyDelete
  9. dari manusia untuk manusia. manusia yang merusak maka ia juga yang akan merasakan akibatnya dan manusia yang melestarikan lingkungan maka ia pun akan merasakan hasilnya

    ReplyDelete
  10. semoga bumi dalam keadaan baik-baik saja asalkan penghuni juga baik-naik

    ReplyDelete
  11. :roll:
    ethie.................. ntar gwa beri dah Buku Muisi gwa, kalok perlu bantuin sebarin yak...
    hallaaaah, asik liat artikel2mu. mengurusi hal2 yg oleh Yang Berkepentingan untuk Mengurusi malah gag diurus. hwakakak... :mrgreen:

    ReplyDelete
  12. Bumi dan isinya adalah warisan buat anak-cucu kita. Jangan kita warisi generasi yg akan datang dengan bencana.

    ReplyDelete
  13. ayo....kurangi pencemaran selamatkan lingkungan

    ReplyDelete
  14. hal2 seperti ini, memang harus dimulai dari diri sendiri. itu, jika kita masih care dengan kehidupan anak cucu kita kedepannya..
    Selamat hari Bumi, please everybody... jangan menjadi apatis. Nih bumi juga kita huni bareng2, mosok pemeliharaannya diserahkan ke segelintir orang?

    ReplyDelete
  15. nice post. kunjungi juga blog saya ya.

    http://creativeendless.wordpress.com/2011/02/11/lestari-alamku-menjadi-selaras-hidupku/

    thanks.

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon