Dwilogi Andrea Hirata di mata saya


Masih seperti Tetralogi Laskar Pelangi, Dwilogi Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas ini menceritakan tentang kegigihan seseorang bernama Maryamah atau yang akrab disapa Enong. Seorang perempuan yang berjuang sendiri setelah ayahnya meninggal tertimbun tanah ketika menambang timah. Perempuan pertama penambang timah yang sangat berambisi untuk belajar Bahasa Inggris. Dan menjadi perempuan pertama dalam lomba catur di Belitong.

Dalam novel pertama yang berjudul Padang Bulan, Enong menjadi sentral cerita. Meski di beberapa mozaik (bab) Andrea juga bercerita tentang kisah cinta antara Ikal dan A Ling. Namun, kisah cinta ini sepertinya diselipkan karena ada kaitannya dengan Enong. Misalnya saja, ketika Ikal kalah main catur melawan Zinar, orang yang Ikal kira telah merebut hati A Ling.
Atau ketika Ikal gagal meninggikan badannya meski hanya empat sentimeter demi meraih cinta A Ling kembali. Ikal beranggapan, A Ling berpaling cinta pada Zinar gara-gara ukuran tubuhnya yang kurang tinggi. Ternyata, Ikal yang sudah mati-matian menyembunyikan alat peninggi badan bernama Octoceria, justru hampir mati tercekik alat yang dipesannya dari Jakarta. Dalam kondisi hampir mati itulah, Enong memergoki dan menolongnya.

Demikian juga dengan kisah cinta tokoh-tokoh lainnya. Selalu berkaitan dengan Enong. Muara dari penggalan kisah tokoh-tokoh yang ada dalam novel Padang Bulan selalu berujung pada Enong.

Ayah, pulanglah saja sendirian
Tinggalkan aku
Tinggalkan aku di Padang Bulan
Biarkan aku kasmaran
(penggalan puisi Ikal ketika bertemu A Ling lagi)


Kisah Enong semakin terlihat sebagai tokoh sentral ketika kita memasuki novel kedua, Cinta di Dalam Gelas. Dalam novel ini, pembaca disuguhi tentang ilmu catur, mulai dari langkah-langkahnya, bagaimana trik menghadapi lawan, sampai rumus-rumus catur dalam bentuk diagram dipaparkan dengan terang benderang. Pemaparan ini sekaligus untuk meyakinkan pembaca betapa gigihnya Enong untuk belajar catur dan mengalahkan mantan suaminya. Ya, Enong akan bermain catur untuk mengalahkan mantan suaminya, Matarom.
****

Latar cerita dalam dwilogi ini masih tetap Belitong dengan pemaparan kultur Melayu yang panjang meski kadang terkesan berlebihan. Tentu, dengan gaya bahasa Andrea yang jenaka tapi nakal. Atau nakal tapi jenaka?
Pada beberapa mozaik, saya merasa jenuh. Misalnya, pada bagian Ikal ‘mencintai’ Yamuna, sebuah blender kesayangan pamannya. Kalau menurut bahasa gaul saat ini, deskripsi cinta antara Ikal dan Yamuna ini bisa dibilang lebay. Apalagi sampai menyamakan si blender Yamuna dengan A Ling!
Demikian juga ketika Ikal dijerat sakit cinta karena A Ling menghilang tanpa diketahui sebabnya. Ceritanya jadi bertele-tele. Kejenuhan seperti ini saya temui dalam novel Padang Bulan.

Ketika saya membaca novel Cinta di dalam Gelas, saya pun kembali dilanda kejenuhan. Terutama pada bagian, pemaparan tentang catur.
Mungkin karena saya tidak mengerti catur, jadi saya merasa jenuh dengan pemaparan yang panjang dan rumus-rumus yang tidak saya kenali. Bisa jadi begitu. Tergantung siapa yang membaca, bukan?
Yang kedua, ketika Andrea bertutur tentang jenis manusia berdasarkan cara minum kopi. Andrea menjelaskan mengenai cara minum kopi ini dalam mozaik ‘Buku Besar Peminum Kopi’.

Namun, dari dwilogi ini ada dua hal yang sering membuat saya rindu: balasan surat antara Ikal dan Mr Detektif yang disampaikan seekor merpati bernama Jose Rizal. Ini bagian yang saya suka. Membaca surat dari dua manusia yang sangat jenaka tidak jarang membuat saya terpingkal-pingkal.
Atau pada bagian di mana Ikal dan tiga rekan kerjanya di warung kopi dimarahi oleh pamannya. Di sini, omelan si paman sangat jenaka. Dan dia sukses buat saya tertawa.

Ah, iya, ada bagian yang sangat saya suka mengenai kopi:

“Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirupnya pelan-pelan lalu tersenyum padaku”. Meski tak terkatakan , anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.


Seperti pada Tretalogi Laskar Pelangi, dwilogi ini juga sarat ilmu dan hikmah yang bisa dipetik. Sebagai penggemar Andrea, saya tetap merekomendasikan dua novel ini.
Subyektif sekali yah.. ^_^

17 comments:

  1. wah... sepertinya menarik, siap" borong (dance)

    ReplyDelete
  2. Memang hebat ya karya2nya Andrea Hirata.
    Jadi pengen bikin novel juga. Tapi kapasitas gw gimana ya? gw sendiri aja mempertanyakannya ...
    hehe

    ReplyDelete
  3. 80 ribu, je
    jadi, lebih memilih bersabar menunggu giliran dari persewaan buku terdekat :D

    ReplyDelete
  4. Sayang...aku belum dapet fil nya saat baca karya2 Andrea Hirata....

    ReplyDelete
  5. seperti menarik sekali untuk dibaca

    ReplyDelete
  6. buku ini cuman numpang lewat satu hari di tangan sayah. hari kedua sudah meluncur ke kantor pos, dikirim ke kakak sy yg dikampong sana, hahaha...
    sudah terlanjur kuciwa waktu baca maryamah karpov yg juga agak lebay. jadi tidak tertarik lagi untuk buru2 membacanya. masih banyak antrian juga siy, khuhuhu...
    makasih reviewnya tanteee, etlis ada sisi bagusnya yg cukup membaut penasaran. kata kakak sy juga ikal disini diceritakan nganggur yap

    ReplyDelete
  7. aku gak menggemari si Andrea...
    adikku, sungguh menggemarinyaa

    ReplyDelete
  8. wah sepertinya mantap nih buku mbk..
    kalau uda selese bacanya, boleh dong dipinjam, hehe..

    ReplyDelete
  9. kemaren pas d toko buku saia sempat niat mo beli. tp urung dl, sapa tau ada yg mo beli.in ntar bwt kado ultah, jd bisa hemat ( ngarep, haha_.

    ReplyDelete
  10. wah ky'y seru...tp ky'y jg ga bisa baca sekang...soalnya lg persiapan sidang di kampus....ko jd curhat gini ya...tp the best lah buat andrea...sy telah menemukan sebagian mozaik kehidupan saya berkat tetraloginya...trims

    ReplyDelete
  11. ulasan yang cukup menarik.. sepertinya saya mau menunggu meminjam saja nanti (meski belum tahu siapa yg sudah membeli dwilogi itu), seperti dulu saat membaca laskar pelangi dkk.. btw, andrea hirata adalah seorang penulis fiksi yang cerdas dan selalu ingin berbagi ilmu pengetahuan yg dimilikinya, maka kadang lebay bagi orang2 yg tidak tertarik dengan hal2 yg ingin dibahasnya secara spesifik.. makasih atas perhatiannya.

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon