[Flash Fiction] 'Pembelahan diri'



Dua dari tiga anak ibu sebentar lagi meninggalkan rumah. Mereka akan membentuk keluarga baru.
Lucu. Berkeluarga rasanya seperti sel yang membelah diri. Membentuk sel-sel baru di tempat baru.
Begitukah berkeluarga?
Bagaimana halnya denganku? Apakah aku juga akan 'membelah diri' dari rumah ini? Hidup dan tinggal bersama 'sel-sel' baru hasil 'pembelahan diri'?


Dalam dua puluh hari ke depan Kakak Pertama akan melangsungkan pernikahan. Disusul kemudian oleh Kakak Kedua tiga bulan setelahnya.
Dan aku? Entahlah.

Aku bertanya pada Kakak Pertama. 'Mbak, setelah menikah akan tinggal di mana?' tanyaku.
'Di Jakarta, di tempat yang ada Monas-nya,' jawab Kakak Pertama sambil menunjukkan gambar Monas.
Aku juga bertanya pada Kakak Kedua,'Mas, nanti akan tinggal di mana?'
'Tinggal sama istriku di Jawa Timur,' jawabnya, sambil menunjukkan foto luapan Lumpur Lapindo.

Dan aku mengerti. Mereka akan tinggal di tempat yang jauh. Sangat jauh. Setidaknya bagiku.
Tiba-tiba Kakak Pertama balik menanyakan sesuatu kepadaku, 'Kamu kapan menikah?'
Aku sejenak speechless. Hatiku berkecamuk, bagaimana mungkin aku menikah, mendengar dan berbicara pun aku tak bisa. Telingaku seperti tersumbat batu gunung. Demikian juga tenggorokanku.
Dengan santai aku jawab, 'Aku nggak mau menikah, Mbak. Aku di sini saja,' jawabku dengan bahasa isyarat.

Picture taken from wikipedia.

0 comments:

Post a Comment

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon