[Flash Fiction] Aku Iri Padamu..

Jujur aku iri. Dia memang manis. Menjadi favorit siapa saja.
Di manapun, dia selalu dicari.
Seandainya dia tahu, betapa irinya aku akan sifatnya.
Sedangkan aku?
Aku kuyu.. Sayu dan layu. Siapa yang mau denganku?

“Kamu kenapa temanku? Kamu terlihat sedih begitu…,”

Aiiihhh, manis sekali kata-katanya. Bagaimana mungkin dia tidak disukai.

“Nggak apa-apa, aku cuma sedang berpikir..,” kalimatku menggantung.
Aku bingung harus bagaimana. Lucu rasanya kalau harus mengakui bahwa aku iri padanya.

“Berpikir tentang apa? Ada yang bisa aku bantu?”

Ah, lagi-lagi dia begitu manis. Dia juga baik sekali.

“Aku iri padamu..,” akhirnya aku memberanikan diri berkata jujur.
“Iri kenapa?”
“Iri karena kamu disukai banyak orang. Kamu manis. Anak-anak sampai orang dewasa menyukaimu,”
“Aku bukan siapa-siapa, temanku. Harusnya kamu bangga, karena kamu banyak memberi pertolongan,”
“Pertolongan? Maksudmu?”
“Ya, pertolongan. Orang yang sakit gigi akan mencarimu untuk mengobati rasa sakitnya. Mereka yang sedang berkemah, membutuhkanmu untuk mengusir ular. Dan kamu tentu tahu, masakan akan terasa kurang nikmat tanpa kamu, Garam…,” tutur si Gadis Gula.

Gadis Garam tersenyum. Kini, mereka duduk berdampingan, di dalam dua toples cantik bertuliskan. GULA-GARAM.
“Semoga si tukang kopi nggak salah ambil kamu ya..,” seru si Gadis Gula pada Garam.

*****
Tulisan ini diikutsertakan dalam Flash Fiction Contest - Blogfam & MPID.



12 comments:

  1. beuh, kirain orang yg dibicarain.. rupanya garam n gula.. ckckckck
    salam kenal

    ReplyDelete
  2. keren ceritanya, kirain bicarain orang, eh2, endingnya gula garam, kecele dehh :mrgreen:

    ReplyDelete
  3. kereennn
    moga menang ya, unik bgt pelakunya hehe
    aku juga pernah bikin FF,tapi bukan bwt lomba ini :)

    ReplyDelete
  4. bagus sekali flash fiction nya
    saya gak jago menulis

    ReplyDelete
  5. kejebak yang keduakalinya setelah baca FF yang ini
    http://dianmardi.multiply.com/journal/item/345/Flash_Fiction_Kamboja_Kuning

    ReplyDelete
  6. @Mbah Sangkil, terima kasih ya, Mbah.. :smile:
    @Mbak Meutia HK, iya nih, Jeng. Tentang Gadis Gula dan Garam. Namanya juga masih belajar.. :oops:
    @Mbak Dina, matur nuwun, Mbak.. Hihi, kecele ya... :oops:
    @Mbak Win, terima kasih, ini masih harus banyak belajar.. :mrgreen:
    @Mbak Maya, matur nuwun, Mbak. Ayo Mbak, ikutan juga ;-)
    @Mbak LIB, belum dicoba kali, Mbak. Saya juga masih belajar kok.. :smile:
    @Mas Ibnu Alwi, hihi.. Ini yang kedua yah? Maaf... Tidak bermaksud menjebak. :lol:

    ReplyDelete
  7. enak dibaca.. bagus. semoga menang

    ReplyDelete
  8. [...] Tiii.ti..ti..tidak mungkin..” Dokter menggosok matanya berulang kali. Terlihat jelas, foto ditangannya merekam benda berbentuk patahan penis, meringkuk didalam [...]

    ReplyDelete
  9. [...] tergoda memulai kalimat pertama dengan deskripsi, serta narasi berlebihan mengenai latar belakang cerita. Jangan lakukan itu kecuali anda ingin menulis cerpen atau novel. Cerita sebaiknya lansung dimulai [...]

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon