Peran Ganda Wanita Demi Kesehatan Keluarga




Wanita memiliki peran ganda. Sebagai wanita bekerja, mengurus keluarga, sebagai makhluk sosial, dan sebagai makhluk individu. Dalam hal mengurus keluarga, wanita juga memiliki peran penting sebagai penjaga kesehatan keluarga dan penjaga kesehatan lingkungan.
Wanita sebagai penjaga kesehatan keluarga
Peran ini tentu tidak lepas dari asupan makanan yang dikonsumsi anggota keluarganya. Masakan yang dibuat harus dijamin kebersihan dan kesehatannya. Diusahakan untuk seminimal mungkin menggunakan MSG karena berbahaya  untuk kesehatan keluarga. Ketika memasak pun harus memastikan sayur-sayuran dicuci bersih. Kandungan protein, lemak nabati dan nabati, vitamin juga sangat penting untuk diperhatikan. Sehingga asupan makanan keluarga penuh gizi dan bernutrisi.
Memerhatikan konsumsi makanan berserat penting untuk menghindari keluarga dari serangan sembelit. Apalagi katanya, sembelit lebih banyak menyerang kaum hawa daripada kaum adam.
Konsumsi air putih juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Seorang wanita yang peduli dengan kesehatan keluarganbnya harus memastikan anggota keluarganya gemar minum air putih paling tidak dua liter per hari.  Dengan konsumsi air putih yang cukup, dapat mencegah munculnya sakit kepala, migrain, infeksi kantong kemih atau batu ginjal. 
Nah, agar anggota keluarga juga gemar dengan makanan berserat dan minum air putih, wanita yang harus menjadi voluntir lebih dulu. Memberi contoh kebiasaan yang baik akan mudah diikuti jika dibandingkan dengan hanya sekedar meminta anggota keluarga berpola makan sehat. Contoh kebiasaan ini tidak melulu soal makan dan minum, soal kebersihan diri seperti gosok gigi sebelum tidur juga tidak kalah bermanfaat.
Wanita sebagai penjaga kesehatan lingkungan
Kebersihan rumah menjadi sangat penting untuk diperhatikan kaum wanita. Apalagi yang memiliki anak kecil. Kebersihan ini meliputi toilet yang higienis, ventilasi yang memadai, ruangan yang bersih, tidak ada tampungan air yang terbuka, dan yang terpenting memilah antara sampah organik dan non-organik. Ini penting agar di tempat pembuangan akhir, petugas mudah memisahkannya. Pemilahan ini juga langkah kecil dari individu untuk menyelamatkan bumi, tentunya.
Tidak hanya itu, pola hidup yang sehat juga berpengaruh untuk menciptakan iklim sehat di rumah. Membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan, memastikan tempat makan yang higienis,  dan kebiasaan membersihkan diri sebelum beranjak tidur. Sehingga tercipta rumah yang sehat.
Wanita juga bisa berperan untuk menjaga kesehatan lingkungan dalam skala luas. Caranya, bisa dengan mengajak ibu-ibu PKK untuk turut serta menjaga kesehatan lingkungannya. Terutama dalam hal  pembuangan sampah rumah tangga.  Bagaimana caranya agar sampah yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan. Misalnya, sampah organik. Bagaimana agar sampah-sampah organik ini tidak perlu dibuang ke tempat pembuangan akhir, tapi cukup dibuat kompos hingga zero waste. Atau bagaimana agar sampah-sampah non-organik bisa didaur ulang untuk dibuat kerajinan tangan yang memiliki nilai jual dan fungsional.
Tentu saja ada banyak cara lainnya untuk menjadi promotor kesehatan lingkungan.  Misalnya, terkait dengan demam berdarah. Bersama-sama ibu-ibu PKK mengajak warga untuk menyebarkan bubuk abate, memakai kelambu, dan memberantas sarang nyamuk dengan 3M. 

Tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”

3 comments:

  1. bagus tulisannya, enak dibaca dan sarat informasi.
    salam kenal.. :)

    ReplyDelete
  2. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi .,.
    lakukanlah segala hal dengan keikhlasn .,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete
  3. menarik tentang MSG itu mba, dalam beberapa bulan terahir saya baru membiasakan diri memakan makanan tanpa MSG. Kebetulan ibu di rumah dan mertua sama-sama anti MSG, jd cuma pake garam. memang awalnya tdk trbiasa, bawaanya pengen pake penyedap rasa terus, apalagi kalau beli makanan di warung. hmmm...terimakasih sharingnya mba Ethie :)

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon