Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.Ini bukan kalimat saya, ini kalimat Darwis Tere Liye, seorang penulis novel. Seringkali mendapati 'setetes racun' yang menyakitkan. Jangan tanya bagaimana rasanya. Sakit, sakiiit sekali. Tapi kemudian, ada hati kecil yang mengajak untuk memaklumi, memaafkan, melupakan, dan mengintrospeksi diri. Sampai pada satu waktu, pada satu titik, racun itu hilang dengan sendirinya tanpa bekas. :)
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas.
Hati Penawar Racun
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment