
Tidak terasa, kehamilan saya sudah memasuki bulan ke tujuh. Tujuh bulan dan saya seolah tidak merasakannya? Wow!
Iya. Tentu saja saya merasakannya. Merasakan bagaimana reaksi si kecil ketika tangan saya mengelus-elus perut. Dia langsung bergerak-gerak! Hihi..
Merasakan bagaimana rasanya morning sickness. Eits, tidak hanya morning sickness, along day sickness. Haha.
Saya pernah merasakan seharian ingin muntah terus, dengan kepala pusing teramat sangat. Pernah juga dalam sehari bisa kena mimisan 2-3 kali. Atau pipis dalam sehari lebih dari 12 kali. Atau keinginan minum air putih hingga belasan gelas dalam sehari. Dan lain-lain.
Tapi semuanya bisa terlewati dengan indah. Berat memang, tapi saya menyadari inilah tahapan untuk menjadi (calon) ibu. Tahapan yang mau tidak mau, suka tidak suka harus mampu saya lewati.
Dan tahapan berikutnya adalah melahirkan si buah hati. Hmmm... Ini yang belum bisa saya bayangkan. :)
Btw, minggu kemarin, tanggal 4 Juni 2011, saya dan si kecil mengadakan acara syukuran tujuh bulanan. Sebenarnya, saya kurang sepakat dengan syukuran di bulan ke tujuh kehamilan. Karena, menurut saya, yang terpenting sudah syukuran ketika memasuki usia empat bulan kehamilan, ketika ruh si kecil ditiupkan. Itu yang penting, menurut saya. Tapi.... Lagi-lagi, saya harus dihadapkan pada adat istiadat di kampung yang mengharuskan syukuran tujuh bulan kehamilan pertama. Karena saya anak muda, ya manut sajalah sama orang tua. Tapi dengan syarat, hanya syukuran, tanpa ada apacara adatnya.
DEAL! Syukuran pun terselenggara. Alhamdulillah, lancar.. Dan dapat petuah dari ulama di kampung. ^_^
Hmm.. Kira-kira si kecil sudah sebesar apa ya? Dan lagi ngapain?
Hei, dia nendang-nendang! Haha.. Tahuuuu aja kalo lagi diomongin.. ^_^
*Gambar dari sini: www.webmd.com
moga lancar ya persalinannya nanti
ReplyDeletealhamdulillaaaah
ReplyDeletegak sabar pingin tau adik bayinyaaaa
Salam kenal dari rumah resep masakan Indonesia, ditunggu kunjungan baliknya :).
ReplyDelete