Maulid Nabi di Kampung

Tiga hari berada di kampung halaman. Mengajak memoriku memutar kenangan masa silam. Masa-masa ketika saya masih asyik bermain gobak sodor. Ketika saya masih rajin mendatangi majelis taklim. Ikut remaja masjid. Meramaikan malam maulid nabi. Entah kapan terakhir saya ikut dalam barisan ibu-ibu yang berduyun-duyun dari rumah ke rumah untuk membaca barzanji atau dzibbah dan kemudian bersholawat bersama. Seingat saya, terakhir kali ikut kegiatan ini ketika duduk di kelas tiga SMP.

Tahun berselang. Sekian lama. Dan kegiatan ini masih semarak hingga hari ini. Memantik pikiran saya untuk menorehkan kata demi kata di sini.

Diakui atau tidak, yang saya rasakan selama merantau di kota besar, peringatan Maulid Nabi lebih menggema dan semarak di kampung - kampung. Lebih terasa. Lebih hikmad.

Jujur, saya rindu membaca barzanji dan bersholawat bersama.

Rindu duduk bersama mereka yang tetap konsisten melestarikan kegiatan ini.



Akankah kita mendapat syafaat dari Nabi Muhammad? Jika bersholawat saja hanya dilakukan ketika tiba-tiba ingat.. :(







Gambar dari http://kiraitomy.files.wordpress.com/2011/02/asdf.jpg

1 comments:

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon