Showing posts with label kontes. Show all posts
Showing posts with label kontes. Show all posts

Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

Teman-teman, saya hanya memposting info lomba ya. Bukan penyelenggara. Kalau ada yang ingin ditanyakan, sila kirim email ke alamat email di bawah ini.


LMCR KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI
Raih Hadiah Total Rp 95 Juta

Syarat-Syarat Lomba

-Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C) dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
-Lomba dibuka 21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)
-Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan, harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan maupun perjuangan hidup)
-Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
-Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
-Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
-Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan

Ketentuan naskah:

-Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
-Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
-Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
- Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
- Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
- Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:
Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City
Bogor 16810 – Jawa Barat
-Hasil lomba diumumkan 15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
-Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
-Naskah yang masuk ke Kotak Pos Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
-Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com

Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang (Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia):

Kategori A (Pelajar SLTP)

Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV

Kategori B (Pelajar SLTA)

Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV

Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)

Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
20 (dua puluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM

Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto.

Innocentia First Blogiversary Giveaway

Hai-hai.. Ada giveaway lagi niiih... Hihi.. Buat para Giveaway Hunter, ayoooo buruaaaaannn!
Giveaway ini diadakan oleh Innocentia.
Siapa sih?
Itu loooohh, Mbak Dewi Citra yang piawai menjahit. Hihii..
Mbak Citra, Mbak Citra... Saya ini diam-diam sering mengintip blog mbaknya lhooo.. ^_^

Oke, buat para Giveaway Hunter, ini dia cara ikut giveaway-nya Innocentia. Saya copas saja yaaahhh.. ^_^

* Leave a comment below stating that you want to be counted in this giveaway and your favorite Little Lizard King sewing pattern - just go to their Etsy shop and choose one pattern you want to pick

**Extra entries (one comment for each entry, please)
- Be my blog follower via GFC
- Be my facebook page follower
- Be my twitter follower
- Blog or tweet about this giveaway (if you do that, please give me your link or twitter username)I would be so glad if you want to spread some words about this giveaway

***This giveaway is open internationally, until June 5, 2011 12 p.m. (Jakarta time). I will announce the winners at June 6, 2011

**** For more info, cekidot.. ^_^
Gampang kaaan?? Gampang doooonkkk... hahah..

Lomba Menulis Kenangan Indah


KETENTUAN LOMBA
- Lomba ini terbuka untuk semua kalangan.
- Artikel yang dilombakan adalah maksimal ditulis 3 halaman kertas A4 dan merupakan asli pengalaman hidup dari penulis.
- Cantumkan nama, alamat email, serta no. telp. yang dapat kami hubungi di bagian atas artikel.
- Penulis dapat mengirimkan lebih dari 1 artikel dan dikirimkan melalui email ke heru@elscharacter.com atau herupri@ymail.com.
- Lomba berlangsung dari tanggal 1 Mei 2011 jam 06.00 dan berakhir pada tanggal 31 Juli 2011, jam 24.00 WIB.
- Semua artikel yang masuk akan menjadi hak bagi pihak ELS sebagai penyelenggara. Panitia akan memberikan penilaian se-obyektif mungkin yang akan cenderung kepada bentuk keaslian artikel dan menariknya isi artikel tersebut.
- Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Edu Life Skilss – School of Character
Telepon. 021 55965850
atau bisa dilihat di site kami.
FB. www.facebook.com/ELSCharacter
Tw. @elscharacter
www.elscharacter.com

Ayo ayoooo.. Ikutaaaaannn... ^_^

Kartini Digital Sebagai Motor Gerakan Sosial

Berbicara tentang kartini digital, tentu erat kaitannya dengan penggunaan dan pemanfaatan internet untuk gerakan sosial digital. Namun, sejauh mana pemanfaatan internet untuk melakukan gerakan sosial digital? Hal ini masih perlu dilakukan survei terhadap perempuan pengguna internet.

Survei ini akan menjadi hal yang menarik. Apalagi melihat fenomena pengguna internet di Indonesia yang cenderung mengalami kenaikan signifikan, khususnya kaum perempuan.
Selama ini, pemanfaatan internet masih terbatas sebagai alat komunikasi (email dan chat) dan sarana berbagi informasi. Sedangkan pemanfaatan internet sebagai sarana untuk melakukan kampanye gerakan sosial digital masih kurang.

Padahal, Kartini digital dituntut untuk bisa memanfaatkan internet dengan maksimal. Artinya, selain sebagai alat komunikasi dan berbagi informasi, keberadaan internet sebisa mungkin dimanfaatkan sebagai alat kampanye gerakan sosial digital.
Sebab, terdapat perbedaan antara berbagi informasi dan kampanye sosial digital. Berbagi informasi hanya bertujuan meningkatkan kapasitas pengetahuan si penerima informasi.

Dengan bertambahnya pengetahuan, diharapkan terjadi diskusi yang bisa menciptakan inovasi-inovasi terbaru di dunia digital. Sedangkan kampanye digital sosial, selain berbagi informasi, juga untuk mencari sebanyak mungkin dukungan gerakan sosial.

Nah, untuk melakukan kampanye gerakan sosial digital ini, kartini digital dituntut untuk tahu sasaran dan target dukungan di dunia digital. Dengan demikian, kartini digital juga akan tahu kapan saatnya menggunakan milis, web organisasi, blog, social media (Facebook dan Twitter), forum diskusi, maupun web 2.0. Sebab, media-media tersebut memiliki keunggulan masing-masing.

****

Tentu masih hangat dalam ingatan kita pada gerakan Koin Keadilan untuk Prita Mulyasari. Gerakan sosial yang beranjak dari dunia maya ini terbilang sukses besar. Tidak hanya berhasil mengajak onliners untuk mendukung gerakan ini, dalam kegiatan offline pun gerakan ini mendapat dukungan luar biasa. Hal ini tidak lepas dari dukungan media-media konvensional. Artinya, dalam gerakan Koin Keadilan untuk Prita sudah terjadi sinergi antara kampanye di dunia digital dan kampanye konvensional.

Setelah gerakan Koin Keadilan untuk Prita, kemudian muncul Koin untuk presiden. Dan baru-baru ini, muncul gerakan Koin Sastra. Hanya saja, sampai saat ini belum ada gerakan sosial digital yang mendulang sukses seperti gerakan Koin Keadilan untuk Prita.
Kenapa?

Ada beberapa penyebabnya:

Pertama, bisa jadi kampanye gerakan sosial digital belum menjadi bagian strategi kampanye para aktivis dunia maya, khususnya kaum perempuan. Seperti penjelasan di atas, kampanye digital masih sebatas berbagi informasi dan belum sampai pada tahap mencari dukungan.

Kedua, akses internet yang belum merata di seluruh Indonesia. Sejauh ini, pengakses internet masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Internet dengan kecepatan tinggi pun masih sebatas di kota-kota besar Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya ketimpangan akses telematika di Indonesia. Di satu sisi, suatu wilayah banjir akses internet dan segala kemudahannya, di sisi lain ada sebagian wilayah yang tertinggal jauh meski sekedar untuk mengakses internet.

Kondisi ini menjadi PR besar bagi XL sebagai salah satu provider terbesar di Indonesia untuk melakukan terobosan baru dalam hal penyebaran akses internet oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan. Sebab, selama ini, banyak provider yang masih mempertimbangkan profit yang didapat jika memperluas akses ke daerah-daerah pelosok.

Padahal, bagaimanapun mereka yang di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi via internet. Dan bukan tidak mungkin, dari daerah pelosok, justru muncul kartini-kartini digital yang mumpuni.

Ketiga, belum adanya sinergi antara gerakan sosial digital dan gerakan sosial dari media konvensional. Walau bagaimanapun, media konvensional tetap diperlukan untuk menggalang dukungan gerakan sosial digital. Jika tidak ada dukungan dari gerakan media konvensional, gerakan sosial digital akan redup dengan sendirinya. Karena belum semua masyarakat Indonesia, khususnya kaum perempuan, yang melek dengan dunia digital.

Hal ini tentu saja menjadi PR kartini-kartini digital untuk mengajak semua kaum perempuan dari berbagai kalangan sosial untuk melek teknologi dan informasi. Ajakan ini bisa dilakukan dari komunitas yang paling kecil, seperti di lingkungan PKK.

Keberadaan kartini digital sangat ditunggu oleh mereka yang secara ekonomi dan sosial belum mampu untuk mengakses internet. Kartini digital ditunggu uluran tangannya untuk memberikan jalan pengenalan dunia digital pada mereka. Mereka, kaum perempuan yang memiliki hak sama, namun tidak memiliki kesempatan sama dengan kita. Akan menjadi kesenjangan sosial-telematika jika kondisi ini terus menerus dibiarkan.
Jika bukan kita, siapa lagi? :)

Kepak Sayap Perempuan di Era Digital

Jika di dunia nyata perempuan dianggap lebih suka berbelanja, demikian pula di dunia maya. Kaum perempuan akhir-akhir ini seolah menjadi tolok ukur untuk menentukan target pasar di dunia maya. Karena perempuan diyakini memiliki daya beli yang potensial ketimbang laki-laki. Benarkah? Bisa jadi.

Saat ini banyak sekali online shopping yang menyajikan berbagai macam kebutuhan perempuan, mulai dari kebutuhan yang remeh temeh sampai kebutuhan yang besar. Pun halnya barang-barang kebutuhan yang berkaitan dengan perempuan, misalnya, barang-barang kebutuhan bayi.

Maka, tidak mengherankan jika kemudian perusahaan yang cerdik seperti Amazon.com meluncurkan program Amazon Mom tahun lalu. Amazon menyadari bahwa perempuan merupakan konsumen terbesar di dunia maya. Karenanya, Amazon berusaha mewujudkan apa yang ‘dimau’ oleh kaum perempuan. Salah satunya, dengan menyediakan keperluan perempuan sebagai ibu di online store-nya.

Akankah perempuan selamanya dianggap sebagai konsumen yang hanya senang menghabiskan waktu dan uang untuk berbelanja di dunia maya? Tentu sebagai perempuan, saya jawab: TIDAK!

Menghadapi era digital, kaum perempuan memang dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi terkini. Paling tidak, perempuan bisa memanfaatkan internet untuk kegiatan yang positif.

Adalah Fahira Idris yang sudah membuktikannya. Di saat kekerasan antarumat bergama tengah memuncak, Fahira hadir menjadi pengguna social media yang cerdas. Melalui akun Twitter-nya, Fahira menyampaikan pertanyaan pada FPI dengan kalimat yang halus, tanpa emosi. Meski pada saat itu banyak sekali yang menghujat ormas ini melalui akun Twitter dan social media lainnya.

Beberapa tweet dari Fahira Idris adalah “Dear FPI, bila memang itu tindakan kalian, apakah kalian yakin sesuai dengan perilaku Nabi Muhammad.”
Lalu ada lagi, “Dear FPI, Islam cinta damai bukan kekerasan.”

Melalui akun Twitternya juga, Fahira berhasil mengajak ribuan pengguna social media, terutama twitter untuk menyampaikan surat pada FPI. Dia juga mengadakan dialog langsung dengan FPI. Semua dilakukan demi dan hanya untuk menciptakan kedamaian.

Karena ajakannya untuk menciptakan kedamaian melalui Twitter, Fahira Idris pun didaulat sebagai The Most Inspiring Tweeter. Fahira Idris (@fahiraidris) terpilih sebagai Tweeps yang paling memberikan inspirasi bagi pengguna lainnya.
Tentu masih banyak lagi kaum perempuan yang memanfaatkan internet untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Lalu bagaimana perempuan memanfaatkan internet di era digital seperti saat ini?
Era digital memiliki dua sisi, terutama bagi seorang ibu. Selain memanfaatkan internet untuk kepentingan dirinya sendiri, seorang ibu juga harus memerhatikan dampak internet bagi anaknya. Ibu harus bisa membagi waktu dan perannya sebagai perempuan di era digital sekaligus melindungi anaknya dari pengaruh negatif internet, seperti konten pornografi maupun games yang penuh dengan kekerasan.

Untuk itu, ibu juga harus mengerti pemanfaatan internet secara sehat, antara lain:

- Internet sebagai sarana memperluas wawasan
Kaum perempuan, terutama ibu rumah tangga yang harus stay at home bersama anak-anaknya, bukan berarti ketinggalan informasi atau perkembangan dunia terkini. Apalagi acara televisi kita lebih banyak didominasi acara-acara seperti infotainment dan sinetron. Mau tidak mau, kaum perempuan harus menggali informasi dan memperluas cakrawalanya melalui media yang lain, salah satunya internet. Cukup dengan membuka Google, jutaan informasi bisa diakses. Termasuk ketika harus mencari informasi berkaitan dengan perkembangan anak ataupun buku-buku. Saat ini, sudah tak terhitung ibu-ibu yang berbagi informasi kekeluargaan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya melalui internet.

- Internet sebagai sarana bergaul dan menambah jejaring
Saat ini sudah banyak tersedia jejaring sosial (social media) yang memungkinkan kita sebagai pengguna untuk terhubung dengan jutaan manusia dari belahan dunia manapun. Salah satu yang booming dan banyak digandrungi adalah Facebook dan Twitter. Selain bisa menemukan teman lama dan teman baru, dari social media kaum perempuan juga bisa memanfaatkannya untuk berbagi tentang berbagai hal. Mulai dari sharing informasi menulis sampai resep masakan. Semua bisa dilakukan di social media.

- Internet sebagai sarana mengembangkan kreativitas
Sudah tidak terhitung banyaknya jumlah perempuan yang terlibat dalam komunitas kreativitas, seperti komunitas merajut, sketsa, menulis, memasak, handycraft dan masih banyak lagi. Semuanya dilakukan melalui internet. Mereka berdiskusi dan berbagi tentang berbagai hal. Sampai pada acara temu muka (kopdar) dalam event bulanan maupun event besar berupa pameran-pameran.
Bukan tidak mungkin, pada saatnya, kaum perempuan juga bisa menciptakan inovasi baru di bidang teknologi dan informasi. Sehingga, kaum perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.

- Internet sebagai sarana gerakan sosial
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Fahira Idris. Tentu saja, kaum perempuan lain pun bisa melakukan gerakan sosial dengan tema yang berbeda. Misalnya, ketika kita telah mampu untuk memanfaatkan internet, tentunya kita juga ingin berbagi dengan perempuan lain yang belum sempat mengenal internet. Gerakan sosial ini bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan dari kelompok terkecil di sekitar lingkungan kita. Semakin banyak perempuan yang melek internet, aspirasi dan permasalahan seputar perempuan akan terakomodasi dan disampaikan dengan lebih cepat. Lagipula, bukankah berbagi tak pernah rugi?

Dengan begitu besarnya peranan kaum perempuan di era digital, Ibu Kartini pasti bangga 'di sana'. Beliau akan bangga melihat begitu pesat kemajuan emansipasi perempuan. Tidak hanya pemikiran yang semakin maju dan kesetaraan gender, kini kaum perempuan pun bisa berjuang menyuarakan dan melakukan gerakan sosial baik dalam kehidupan nyata maupun melalui dunia maya sebagai Kartini-Kartini digital.

So, masih ragu dengan kemampuan para Kartini Digital?

Lomba "Kehamilan yang Menakjubkan" (deadline 31 maret 2011)

Kehamilan bagi perempuan yang sudah menikah adalah suatu anugrah menakjubkan serta luar biasa yang diberikan Allah kepadanya. Tentunya dalam menjalani kehamilan tersebut, banyak hal yang menakjubkan terjadi. mulai dari awal mengetahui kehamilan, kemudian perubahan fisik, perubahan emosi, sampai perubahan sikap yang bisa jadi menjadi “bawaan” atau ngidam selama kehamilan. Semuanya akan menjadi kisah yang selalu menakjubkan untuk di ingat

Buatlah tulisan mengenai pengalaman selama menjalani kehamilan. Baik pengalaman selama kehamilan tersebut membahagiakan, menyenangkan, atau bahkan menyedihkan. Namun hal itu semua menjadi warna-warni membuat kehamilan yang di jalani menakjubkan dan mempunyai kesan tersendiri bagi anda dan bisa menjadi inspirasi dan pelajaran penting bagi para pembacanya kelak.

Yuk, Ekspresikan semua ungkapan kata hatimu lewat lomba menulis pengalaman“Kehamilan yang Menakjubkan”.

Syarat dan ketentuan :

1. Tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata dengan tokoh diri sendiri, pasangan istri, atau yang lainnya. Tulisan pengalaman kehamilan tersebut, bisa ditulis berdasarkan kejadian pengalaman kehamilan yang sedang dijalani sekarang ataupun bisa juga pengalaman hamil yang pernah di alami.

2. Tulisan dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

3. Kirim tulisanmu ke alamat email tim juri lomba menulis pengalaman “Kehamilan yang menakjubkan” ke : timlombamenulis@yahoo.com dan cc ke :aryamandira39@yahoo.com beri subjek : Kehamilan Menakjubkan

4. Sertakan pula biodata penulis yang terdiri dari: nama lengkap , nama FB/ Blog, email, alamat lengkap dan nomor telpon.

5. Batas pengiriman surat tgl 31 Maret 2011

6.Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Tri Wahyuni Rahmat, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wall facebook Tri Wahyuni Rahmat. Buat setingan postingan untuk umum/everyone.

H a d i a h

Juara 1. Uang sebesar Rp. 500.000 + sertifikat
Juara 2. Uang sebesar Rp.300.000 + sertifikat
juara 3. Uang sebesar Rp. 200.000 + sertifikat

Akan di pilih tulisan yang di anggap menarik oleh tim penyelenggara, dan apabila tulisan tersebut memenuhi persyaratan, maka akan dibukukan oleh yang di editori oleh Sari Azis (editor dan penulis) .

Naskah tulisan yang masuk akan menjadi milik penyelenggara dan Keputusan Juri tidak dapat di ganggu gugat.

Bimba yang Tersesat



Di suatu hari yang cerah, Bimba dan bunda pergi ke pasar yang letaknya di kota. Ini adalah pengalaman pertama Bimba pergi ke pasar. Maklum, Bimba hidup di desa yang pelosok. Jauh dari kota. Dalam setahun, warga di pelosok desa, hanya dua kali pergi ke kota. Wajar saja jika di sepanjang jalan, wajah Bimba tampak senang dan riang.
Sampai di pasar, Bimba pun kaget karena banyak sekali barang yang dijual. Begitu juga dengan orang-orang yang menjual dan membeli barang.
Bimba juga terkagum-kagum dengan banyaknya mainan yang dijual di pasar. Semuanya menarik perhatian Bimba. Tanpa disadarinya, Bimba terlepas dari pegangan tangan Bunda..
“Bunda..bunda di mana? Bundaa...”
Bimba terus mencari-cari Bunda. Bimba baru sadar dia tersesat karena keasyikan melihat mainan yang dijual di pasar. Sekarang Bunda pasti sedang kebingungan mencarinya, pikir Bimba.


Hari sudah siang. Cuaca yang panas menambah kegelisahan Bimba. Sudah dua jam Bimba mencari-cari Bunda, tapi bunda belum juga ditemukan. Bimba mulai ketakutan dan akhirnya menangis sesenggukan di depan sebuah toko.
Paman Kendanu, pemilik toko yang baik hati ini pun menghampiri Bimba.
“Kenapa, Nak? Kenapa kamu menangis? Kemana ibumu?” tanya paman.
“Saya terpisah dari bunda, Paman. Saya asyik melihat mainan, sampai lupa harus mengikuti langkah bunda,” jawab Bimba sambil terus menangis. Bimba kelihatan takut sekali.
“Kamu tenang saja, kamu pasti bisa pulang ke rumah,” paman pemilik toko mencoba menghibur Bimba.
“Benarkah? Bagaimana caranya Paman?” tangis Bimba mulai mereda. Wajahnya pun mulai berseri-seri.
“Nanti paman ceritakan. Hari sudah siang, kamu pasti lapar. Ayo, makan di toko paman saja,” ajak paman.
Bimba pun mengangguk. Dia berjalan mengikuti Paman Kendanu.

Di dalam toko, Paman Kendanu menunjukkan benda kecil yang mirip arloji. Bimba penasaran dengan benda yang dibawa paman.
“Ini namanya kompas. Kamu pernah mendengarnya?”
Bimba menggeleng.
“Kompas ini adalah alat penunjuk arah angin. Dengan berbekal benda ini kamu tidak akan tersesat, meskipun berada di hutan,”
Bimba masih tidak percaya. Bagaimana mungkin benda mungil ini bisa menjadi penunjuk arah?
Dan paman sepertinya tahu isi pikiran Bimba. Paman pun melanjutkan...
“Benda ini memang kecil, tapi banyak manfaatnya. Dengan benda ini kamu bisa mengetahui arah mata angin. Ada empat arah yang ditunjukkan, yaitu utara, selatan, timur, dan barat.
“Coba kamu lihat. Di sini ada jarum yang menunjukkan dua arah. Jarum yang selalu menunjuk ke atas artinya arah ke utara, sedangkan yang ke bawah artinya arah selatan,” jelas paman.
“Wow. Berarti sisi lainnya menunjukkan arah barat dan timur?” tanya Bimba.
“Tepat sekali. Nah, kamu bisa gunakan kompas ini sebagai penunjuk arah jalan pulang,”
Tapi Bimba masih bingung dengan jalan menuju ke rumah. “Paman, bagaimana saya bisa pulang? Saya tidak tahu jalan pulang,”
“Oh, iya, paman hampir lupa. Sebaiknya paman buatkan peta sederhana juga untukmu.”

Lalu, paman pun membuat garis-garis peta di sebuah kertas. Sambil membuat peta, paman bercerita cara membuat kompas darurat.
“Bagaimana cara membuatnya, Paman?”
“Jika kamu punya jarum dan kain sutra, kamu sudah bisa membuat kompas yang bisa digunakan di saat darurat,” jelas paman.
Caranya, kata paman, gosokkan jarum pada kain sutra sebanyak 50-100 kali. Lalu, gosokkan jarum ke rambut supaya jarum mendapat lapisan minyak dari rambut.
Ambil mangkok atau piring yang berisi air dan biarkan airnya tenang. Kemudian, masukkan jarum yang sudah digosokkan ke rambut. Jarum akan mengambang karena sudah dilapisi minyak dari rambut.
“Setelah itu, kamu bisa menentukan arah kompas darurat. Jika kamu berada di selatan, ujung jarum akan mengarah ke utara. Begitu juga sebaliknya,” jelas paman.
Bimba mendengarkan dengan seksama. Dalam hatinya, sesampainya di rumah, Bimba akan membuat kompas darurat seperti yang dijelaskan Paman Kendanu.

Tidak lama, jadilah sebuah peta sederhana dari pasar menuju Desa Baranda, tempat tinggal Bimba. Paman juga menyerahkan kompas dan peta sederhana pada Bimba.
“Terima kasih , Paman. Dengan kompas dan peta sederhana ini saya yakin bisa sampai rumah,” kata Bimba sambil memeluk paman.
“Sama-sama Bimba. Hari sudah hampir sore, cepatlah pulang, ibumu pasti sudah kebingungan mencarimu,” kata paman.

Di jalan, sambil mengamati kompas dan peta, Bimba merasa sangat bersyukur karena sudah bertemu dengan Paman Kendanu. Dari Paman Kendanu, Bimba banyak memperoleh pengetahuan baru. Bimba berjanji, jika Bunda mengajaknya ke pasar akan mampir ke toko Paman Kendanu lagi.
Tidak terasa, ternyata Bimba sudah sampai di pinggir desa tempat tinggalnya. Bimba senang sekali. Dia berlari-lari menuju rumahnya. Bimba tidak sabar bertemu bunda dan berbagi cerita tentang kompas barunya.


*************************************************************
-- Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Cerita Anak (Dongeng) 2011 yang diadakan sarikata.com.


* Terinspirasi dari berita anak hilang.
** Rujukan tentang cara membuat kompas darurat: http://yaiks.wordpress.com/2010/03/05/membuat-kompas-darurat/

Lomba Foto Balita 'Nyam..nyam.., Aku Suka Makan Buah'

Buat yang punya balita, ada lomba seru lhoo.. Lomba Foto Balita 'Nyam..nyam.., Aku Suka Makan Buah'

1. Lomba foto balita ini akan mulai ditayangkan 1 Maret sampai 25 April 2011.
2. Peserta adalah balita berusia 0-5 tahun. Silakan isi data diri dan balita Anda pada 'Form Kirim Foto Balita'.
3. Peserta yang ditampilkan adalah foto yang sesuai dengan tema 'Nyam..nyam.., Aku Suka Makan Buah'.
4. DetikHealth akan menetapkan pemenang dan keputusan tersebut tidak dapat diganggu gugat.
5. Pemenang akan diumumkan pada 2 Mei 2011. Ada 12 hadiah untuk pemenang foto paling menarik yang bisa Anda dapatkan dan tentu saja sangat menarik untuk balita Anda.

Ketentuan Upload foto :

» Ukuran Foto 400 x 400 px
» Ukuran File 30 Kb/foto sampai 60 Kb/foto.

"Kami tidak dapat menampilkan foto balita Anda, jika foto yang anda kirimkan tidak sesuai dengan ketentuan"

Klik di sini untuk isi form pendaftaran dan upload foto.

Surat Cinta untuk Princess Dija






Ibu...
Sosokmu hanya kukenal dari sebuah bingkai
Cantik parasmu hanya bisa kukagumi
Juga derai tawamu hanya kukenal dari sana sini

Inginku berbaring di pangkuanmu, ibu
Menikmati setiap belai kasihmu
Bercerita tentang masa lalu

Ibu...
Air mataku jatuh berdera-derai
Piyamaku basah menahan rindu yang terberai

Ibu...
Membayang wajahmu, aku rindu..




Dear Dija...


Selamat pagi..



Pagi ini, genap 20 tahun usia Dija. Tentu saja, ada banyak cerita yang telah terlewati. Ada banyak riak-riak duka cita yang datang silih berganti.

Ah, ternyata kamu sudah beranjak dewasa. Tidak terasa.

Hari ini, akan ku bagi sebuah cerita tentangmu, juga tentang dia, Ola Elsa.

Ya, Ola Elsa. Tante sekaligus 'ibu' yang menjagamu sedari kecil.

.
.
.

Suatu hari sebelum 23 Maret 2010.

Ibu Noni ingin sekali, jika anak keempatnya, yang juga satu-satunya putri yang dilahirkannya, kelak diberi nama Khadijah. Ibu Noni menaruh harapan besar pada putri satu-satunya yang sudah lama dinanti. Dengan nama Khadijah, Ibu Noni berharap, kelak putrinya bisa semulia Khadijah, istri Nabi Muhammad.



23 Maret 2010

Adalah awal kelahiranmu, Dija. Hari pertama ketika kamu melihat dunia. Sayangnya, di hari yang sama, Ibu Noni koma. Dan, dua hari setelahnya, tepatnya tanggal 25 Maret 2010 Ibu Noni meninggalkanmu. Ibu Noni menghadap Illahi untuk selama-lamanya. Ibu Noni tak sempat melihat wajah mungilmu, Dija.. Tak juga sempat membelaimu..

Ya, Dija pasti sudah tahu cerita ini. Tak ada yang perlu disedihkan, sayang.. Karena Ibunda Noni meninggal ketika sedang berjihad. Berjihad untuk melahirkanmu, putri yang kelak akan menjadi wanita mulai seperti yang diharapkannya. Amiiiin.

Hari-hari selanjutnya, seolah begitu cepat berlalu. Ola Elsa sudah berjanji, setelah Dija menjalani perawatan di inkubator rumah sakit, dialah yang akan merawat Dija.

Ola Elsa juga yang akan menyiapkan semua keperluan Dija. Mulai dari memandikannya, membuatkan susu, dan begadang semalam suntuk demi menjaga 'amanah' Ibu Noni.

Dia sudah seperti ibu-ibu, bukan? Padahal, saat itu Ola Elsa masih single. Tante yang luar biasa.


6 Juni 2010

Ola Elsa mulai bingung mencarikan nama untuk Dija. Untuk urusan satu ini, dia sampai 'berseteru' dengan ayah Dija. Ola Elsa membuat semacam 'sayembara' di blognya. Tidak cuma itu, Ola Elsa juga mengirim SMS ke sejumlah temannya untuk meminta saran nama yang terbaik untuk Dija.
Dan, tidak sia-sia, nama yang disepakati Khadijah Putri Nur Aini. Nama yang Ola Elsa buat. Hmmm... Nama yang cantik, kan?



16 Juli 2010

Karena cerita tentang Dija semakin menarik dan tentu saja, karena Ola Elsa ingin 'mengabadikan' Dija di dunia maya, akhirnya Dija dibuatkan 'rumah sendiri' dengan alamat: http://princessdija.blogspot.com.

20 September 2010
Tepat ketika Dija berumur enam bulan, Ola Elsa menyelenggarakan Dija's 6 Months Giveaway. Kontes ini diikuti teman-teman blogger Ola Elsa. Mereka ramai-ramai membuat tulisan, video, gambar, sampai membuatkan sepatu! Betapa banyak orang yang mencintai dan menyayangi Dija kecil..

Hari-hari berikutnya, Ola Elsa berbagi perkembangan Dija kecil. Mulai Dija diare, tumbuh gigi, bisa berdiri, kebiasaan Dija kecil, sampai foto-foto Dija yang narsis. Berbahagialah Dija memiliki 'ibu' Ola Elsa...

Dan, hari ini, apa yang Dija baca adalah tulisan sembilan belas tahun lalu ketika Dija berulang tahun yang ke satu. Ola Elsa mengajak teman-teman blogger untuk menulis 'surat cinta' untuk Dija kecil. Isi suratnya bisa ditujukan ketika Dija umur berapa pun, 7, 17, 20.. Surat-surat yang terkumpul nantinya akan diberikan pada Dija ketika sampai umurnya. Seperti surat yang Dija baca saat ini. Ide yang brilian, bukan?

Terakhir, semoga di usia Dija yang ke-20, Dija tumbuh menjadi gadis yang baik hatinya, cerdas, dan senantiasa menjadi wanita mulia nan shalihah seperti harapan Ibunda Noni, Ola Elsa, juga orang-orang yang mencintai Dija..

Salam sayang,


Tante Ethie


* Ini dua gambar berisi surat di atas. Semoga nantinya bisa diprint dan diberikan ke Dija.




**Posting ini untuk diikutsertakan dalam kontes First Birthday Giveaway pada 23 Maret 2011 di sini.

PLURALISME: Toleransi Saja Tidak Cukup

Pluralisme merupakan keniscayaan dari sebuah realitas sosial dan politik. Konsekuensi inheren dari pluralisme yang jelas adalah potensi konflik yang tidak terhindarkan dalam tatanan masyarakat.

Meski demikian, konflik-konflik ini bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan dicarikan alternatif-alternatif solusinya. Karena konflik sudah menjadi bagian mutlak dalam kehidupan manusia, apalagi dalam masyarakat majemuk yang berdemokrasi.

Berbicara tentang pluralisme, tentunya tidak akan terlepas dari kebhinekaan yang melekat pada jati diri bangsa Indonesia.

Patut disadari, dari awal, bapak bangsa sudah sangat memahami kemajemukan yang ada dalam masyarakat Indonesia, mulai dari suku, agama dan kepercayaan, etnis, warna kulit, adat-istiadat dan bahasa daerah,  orientasi politik, dan ideologi.

Dari sini, bisa diketahui betapa pendiri bangsa ini sangat menyadari bahwa kemajemukan suku, adat istiadat, dan agama ibarat pisau bermata ganda.

Di satu sisi, kemajemukan bisa menjadi piranti penting pembangunan bangsa yang kaya dan bersahaja.

Di sisi lain, jika ditelisik lebih dalam, kemajemukan yang dikuasai oleh orang-orang tidak bertanggung jawab bisa melahirkan konflik-konflik horizontal.

Tidak salah jika kemudian, Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda, tetapi tetap satu jua) menjadi semboyan bangsa Indonesia.

Namun, semboyan ini bukan untuk melebur semua kebhinekaan menjadi sesuatu yang serba seragam. Justru sebaliknya, semboyan ini untuk melindungi dan menjadi pemersatu keragaman.

Sebab, kesatuan tanpa keragaman hanyalah utopia. Sebaliknya, keragaman tanpa kesatuan hanya akan melahirkan perpecahan dan eksklusivisme suatu kelompok atas kelompok lainnya, termasuk munculnya inklusivisme sebagai lawan eksklusivisme.

Berangkat dari kebhinekaan dan paham demokrasi yang sudah dianut sejak awal ini, Indonesia jelas tidak bisa mengabaikan hak-hak minoritas dalam masyarakat majemuk.

Indonesia tidak bisa merekayasa kebhinekaan menjadi keikaan yang hegemonik, yakni memberi ruang khusus hegemonisasi untuk kelompok mayoritas, misalnya.

Setiap kelompok yang hidup di Indonesia harus memiliki toleransi, meski telah disadari bahwa dalam negara demokrasi, toleransi saja tidak cukup.

Dengan kemajemukan yang dimilikinya, negara ini memerlukan pluralisme. Sebuah paham yang tidak hanya bertoleransi dengan mengetahui hak-hak kelompok lain, tetapi juga mengharuskan keterlibatan yang aktif setiap warganya, yakni dengan membiarkan dan memahami kelompok-kelompok yang berbeda agar bisa hidup tenang dan berdampingan dalam satu masyarakat.

Lalu, apa yang diperlukan untuk menjaga kebhinekaan sebagai piranti pembangun bangsa dengan peradaban tinggi, setelah pluralisme tercipta?

Bangsa ini memerlukan dialog/komunikasi yang intens antarkelompok, antaragama, dan antarkebudayaan yang dilakukan secara terus menerus.

Tentunya, hal ini tidak hanya berhenti pada dialog/komunikasi, tetapi harus disikapi dengan saling menjaga perbedaan yang menjadi aset bangsa untuk tetap hidup berdampingan tanpa harus mengusik kelompok lain.

Jika ini terwujud, tidak hanya akan menjaga kesatuan bangsa Indonesia, tetapi kita telah berhasil merealisasikan semboyan bhineka tunggal ika ke dalam makna yang seutuhnya.

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam Lomba Menulis Pesta Blogger 2009 yang bertema “Pluralisme dan Kebhinekaan Bangsa”.
 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon