Showing posts with label plurk. Show all posts
Showing posts with label plurk. Show all posts

Cara Menampilkan Emoticon di Status Facebook

Buat yang suka main Facebook, penasaran donk gimana caranya bikin status pakai emo seperti ini...


Yup, caranya gampaaaangg! Yang penting koneksi kencang.
Alias Lantjar Djaja!
Ikuti saya:
1. Pasti, log in di Facebook sodara.
2. Buka situs http://apps.facebook.com/facadedd/?ref=bookmarks
3. Klik "allow"
4. Pilih emoticon yang sodara suka. Akan ada preview di setiap klik.
5. Terakhir klik "Post".
Dan taraaaaa.... Status kita full emo. Nggak kalah deh sama Plurk.

Skrinsyuutttttt!!!



Agan-agan, semoga ini bukan repost ya. Jangan dibata, tapi kalau mau ngasih donasi via paypal ane nggak nolak, gan. Huehehehe..

Oke guys, selamat mencoba dan selamat ber-facebooking. :P

Plurk! (Peace, love, unity, respect, and karma)

-Pagiiii... Semangaaatt! (funkydance)
-Maaf, terpaksa injek2 si Mark.. :(
-Jangan kau bohongi aku..
-Playlistnya dia cuma ada satu lagu atau gimana sih kok diputer2 mulu
-Ini mahasiswa UNM kok doyan banget tawuran sesama kampus sih? Gak ada kerjaan lain apa? gak malu apa?
-sanjungan yang memabukkan... :-P

Tulisan di atas adalah sedikit dari thread teman-teman di plurk. Nggak penting. Serius! Thread di Plurk seringkali memang sangat tidak penting. Walaupun pada hal-hal tertentu ada juga yang menulis thread serius.
Ada yang mengajak diskusi di Plurk, seperti yang dilakukan Mbak Med. I miss you, Mbak.. (cozy)
Atau mengajak kita melihat fenomena sosial dari sudut pandang yang berbeda, out of the box. Ini yang sering dilakukan Pak Ikhlasul Amal. :D Ada juga yang memasang thread menye-menye, kebeles pipit sampai cemburu sama pasangan. Bahkan ada yang cuma memasang emoticon, kemudian diberondong dengan banyak komentar.

Tapi, terlepas dari ketidakseriusan thread, Plurk sudah memberi warna tersendiri bagi saya. Lewat Plurk, saya menemukan keluarga baru dari dunia maya, menemukan komunitas ibu-ibu PKK yang sebenarnya, menemukan sahabat baru, contohnya om matahari, juga menemukan mbah ini dan ini, juga eyang xitalho.

Lewat Plurk, saya bisa mengekspresikan kesedihan, frustasi, senang, bahkan sampai menggila! Mengekspresikan apa yang saya rasakan dalam kalimat yang pendek. Karena dibatasi sampai 160 karakter. CMIIW.
Meski media sosial lain, seperti FB dan Twitter juga bisa jadi tempat berekspresi, tapi saya merasa jauh lebih nyaman dengan Plurk. (funkydance)

Seperti akronim dari Plurk sendiri, yakni peace, love, unity, respect, and karma, Plurk memang memenuhi lima kriteria tersebut.
Walaupun bebas berekspresi, membuat Thread di Plurk juga tidak boleh bermuatan SARA. Kalau menulis kangen sama Sarah sih boleh saja. :P
Ketika memberi komentar atau respons pun, sebaiknya tidak asal. Apalagi kalau sampai alay. Bisa dikepruk atau bisa jadi diberondong oleh plurker yang lain.
Kalau ingin dihargai oleh plurker yang lain, kita juga harus respek pada orang lain.
Dan karma.
Kriteria yang membedakan Plurk dengan media sosial lainnya adalah karma. Berapa karma sodara sekarang? Tergantung dari rajin atau tidaknya sodara ngeplurk setiap harinya. (haha)

Berbicara tentang 'rajin ngeplurk' saya jadi merasa tersindir sendiri. Bagaimana pun, Plurk adalah media sosial. Bisa dijadikan tempat bermain, bisa jadi tempat diskusi. Tapi, saking asyiknya ngeplurk, seringkali waktu online saya terbuang untuk Plurk.
Ya, untuk kasus ini sih tergantung orangnya. Kebetulan saja saya sudah addicted sekali dengan Plurk.
Apakah sodara juga sudah kecanduan Plurk seperti saya? (evil_grin)

Chatarsis with Facebook

Hari ini saya membuat trhread di plurk yang isinya: ethie sedang puasa apdet status di fesbuk.

Haha! Nggak penting memang, tapi ini penting buat saya.

Kenapa?

Pertama, karena saya merasa banyak waktu saya terbuang sia-sia gara-gara apdet status di fesbuk. Alih-alih ingin tahu status teman di fesbuk, sebagian waktu saya justru habis hanya untuk facebooking aka fesbukan.

Sayang, kan? Kaaaaan...

Kedua, ingin menjadi pengamat saja. Atau sesekali menengok fesbuk, siapa tahu ada yang berulang tahun. Jadi saya tetap bisa mengucapkan selamat, tanpa ada keinginan untuk memikirkan status apa yang mesti saya buat.

Berbicara tentang status fesbuk, sadar ngga sih, terkadang kita (eluuu kaleee) sering membuat atau menemukan status yang nggak pentiiiingg banget.

Tapi, itu bukan masalah karena di fesbuk sendiri ditulis 'What's on your mind?'. Jadi, sah-sah saja dong orang mau nulis apa yang ada di dalam pikirannya.

Kalau yang ada dalam pikiran saya sekarang: NGAPAIN SIH POSTING HAL GINIAN???

:D

Status di fesbuk, apapun isinya, menjadi sebuah tempat untuk menuangkan segala uneg-uneg seseorang yang tergabung di dalamnya. Semua bentuk perasaan yang ada di dalam hati dan pikiran dalam suatu waktu tertentu. Semacam katarsis laah.
Katarsis adalah luapan emosi secara tiba-tiba dari sebuah perasaan yang meliputi kesedihan, kegembiraan atau perubahan ekstrim emosi sebagai hasil dari pengulangan, perbaikan dan pembaharuan dalam kehidupan.

(Monggo baca om wikipedia nggih)

Luapan emosi ini kemudian disalurkan melalui status di fesbuk. Meski masih banyak media lain yang menjadi tempat atau sarana untuk meluapkan emosi, seperti nge-game, clubbing, jalan-jalan, menulis, dan sebagainya.

Lho lho.. Kok jadi jauh begini bahasannya? Duh!

Baiklah.. lanjut!


Ketiga, saya nggak mau diperbudak fesbuk, termasuk jejaring sosial lainnya. Maunya sih begitu, tapi apalah daya, saya masih terpenjara oleh plurk! Karma telah memenjaraku. hiks. *curcol*


Keempat, saya juga nggak mau jadi ikut-ikutan maen game di fesbuk, just for killing time!


BIG NO!

Walaupun semenjak saya kenal fesbuk belum pernah main game-nya atau ikutan kuisnya. Belum dan semoga tidak tertarik.

Tapi saya tetap harus waspada terhadap segala bentuk godaan untuk main game.

Haha, yeah! Poin kelima memang lebaaayyy. Silakan hujat saya.

:D


Terlepas dari itu semua, saya senang berkenalan dengan fesbuk karena saya bisa menemukan teman-teman lama yang sudah  tidak ada kabarnya. Dan bisa tahu perkembangan mereka, meski dari jauh.


Itu saja.

Bagaimana dengan sodara?
 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon