Pada setiap perkenalan awal, saya memang kerap menarik diri untuk mengamati lebih dulu ketimbang langsung membaur. Entah kenapa, itu sering terjadi di setiap awal perkenalan.. *Mungkin karena saya terlalu waspada*
Tapi, pada kesempatan-kesempatan berikutnya, ketika kami sudah merasa sama-sama cocok, yang ada adalah RAMAI. Karena saya tidak betah diam dengan teman-teman yang sudah dekat. Yang pasti, suasana ketika kami berkumpul harus seru!
Dan pagi tadi, sahabat saya ini, tiba-tiba muncul di rumah sakit dengan tertatih dan napas tersengal. Kaget, karena hari ini seharusnya dia bersiap terbang ke Jawa. 'Nggak jadi, udah mau melahirkan," tutur suaminya. Saya membelalak. Yah, Man pupose … ALLAH dispose..
Setelah melalui proses panjang, dari pagi hingga sore hari dengan terus mengucap takbir dan istghfar sambil menahan sakit, akhirnya, selepas maghrib sang jabang bayi lahir.. Alhamdulillah..
Sahabat manis saya kedatangan tamu kecil yang sudah dinanti-nantikannya selama sembilan bulan lamanya.. Dia melahirkan bayi mungil laki-laki nan gagah.. Melahirkan dengan normal, sesuai dengan harapan Resty..
Posting ini didedikasian untuk Dewantara dan Resty, selamat atas kelahiran Dewantara Jr... (cozy)
* Hari ini sangat-sangat indah sobat. Tak hanya menyambut kelahiran Dewantara Jr tapi juga pelajaran berharga tentang perjuangan seorang ibu untuk melahirkan. Betapa saya hampir menitikan air mata setiap kali mendengar rintih kesakitan sahabat manisku, Resty.. Jadi kangen ibu..
** Ini adalah kali pertama saya menyaksikan seseorang melahirkan, meski tidak tuntas karena saya masih saja dikejar-kejar deadline.. Yah, setidaknya saya bisa ikut merasakan ketika Resty mengerang dan menggelinjang kesakitan. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya dingin, dan napasnya tersengal..
*** Melihat pemandangan ini, ada yang bertanya, ethie, trauma nggak? Jawabnya, tidak sama sekali. Kelak, saya akan menjadi perempuan paling bahagia bisa melahirkan putra-putri terbaik.. Semoga. Amiiiin..
0 comments:
Post a Comment