Showing posts with label rumah sakit. Show all posts
Showing posts with label rumah sakit. Show all posts

Dewantara Jr

Awalnya saya cuek melihat kedatangan kawan cantik satu ini. Mengulurkan tangan, menyebutkan nama, dan berbasa-basi sedikit, kemudian saya kembali ke monitor, sibuk dengan naskah-naskah. Itu adalah awal perkenalan saya dengan perempuan nan lembut ini. Seorang perempuan manis yang menjadi istri dari salah satu kawan saya di kantor.

Pada setiap perkenalan awal, saya memang kerap menarik diri untuk mengamati lebih dulu ketimbang langsung membaur. Entah kenapa, itu sering terjadi di setiap awal perkenalan.. *Mungkin karena saya terlalu waspada*

Tapi, pada kesempatan-kesempatan berikutnya, ketika kami sudah merasa sama-sama cocok, yang ada adalah RAMAI. Karena saya tidak betah diam dengan teman-teman yang sudah dekat. Yang pasti, suasana ketika kami berkumpul harus seru!

Dan pagi tadi, sahabat saya ini, tiba-tiba muncul di rumah sakit dengan tertatih dan napas tersengal. Kaget, karena hari ini seharusnya dia bersiap terbang ke Jawa. 'Nggak jadi, udah mau melahirkan," tutur suaminya. Saya membelalak. Yah, Man pupose … ALLAH dispose..


Setelah melalui proses panjang, dari pagi  hingga sore hari dengan terus mengucap takbir dan istghfar sambil menahan sakit, akhirnya, selepas maghrib sang jabang bayi lahir.. Alhamdulillah..

Sahabat manis saya kedatangan tamu kecil yang sudah dinanti-nantikannya selama sembilan bulan lamanya..  Dia melahirkan bayi mungil laki-laki nan gagah.. Melahirkan dengan normal, sesuai dengan harapan Resty..
Posting ini didedikasian untuk Dewantara dan Resty, selamat atas kelahiran Dewantara Jr... (cozy)

* Hari ini sangat-sangat indah sobat. Tak hanya menyambut kelahiran Dewantara Jr tapi juga pelajaran berharga tentang perjuangan seorang ibu untuk melahirkan. Betapa saya hampir menitikan air mata setiap kali mendengar rintih kesakitan sahabat manisku, Resty..  Jadi kangen ibu..


** Ini adalah kali pertama saya menyaksikan seseorang melahirkan, meski tidak tuntas karena saya masih saja dikejar-kejar deadline.. Yah, setidaknya saya bisa ikut merasakan ketika Resty mengerang dan menggelinjang kesakitan. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya dingin, dan napasnya tersengal..

*** Melihat pemandangan ini, ada yang bertanya, ethie, trauma nggak? Jawabnya, tidak sama sekali. Kelak, saya akan menjadi perempuan paling bahagia bisa melahirkan putra-putri terbaik.. Semoga. Amiiiin..

Ayo Dukung Bu Prita Mulyasari

Ramai orang membicarakan seorang model yang berhasil melarikan diri dari Malaysia. Ramai berita menginformasikan artis anu menggugat cerai, artis ini ganti model rambut, dan tetek bengek kehidupan yang teramat sangat tidak penting untuk diketahui khalayak.

Sementara, di pojok ruang gelap sebuah penjara wanita Tangerang, Prita Mulyasari,32 tahun, tengah kesulitan dan butuh pertolongan. Pertolongan semua orang untuk meluruskan, memberi pencerahan bahwa yang dilakukannya semata-semata hanya curahan hati, uneg-uneg atas perlakuan yang tak layak dia terima dari sebuah rumah sakit swasta -yang katanya- bertaraf internasional.

Ya Robbi..! Saya tidak bisa membayangkan bagaimana dua anaknya yang masih balita di rumah bersama seorang pembantu dan suami yang juga harus bekerja di perusahaan swasta.

Anak-anaknya, Khairan Ananta Nugroho dan Ranarya Puandida Nugroho selalu mencari-cari ibundanya. Dan ayahnya terpaksa berbohong demi melihat anaknya yang belum saatnya memahami apa yang dialami ibundanya. Si bungsu yang masih membutuhkan ASI terpaksa diganti dengan susu formula. Si sulung yang sedang banyak-banyaknya bertanya tentang segalanya pasti sangat kehilangan..

Semoga Bu Prita Mulyasari  diberi ketabahan dan kekuatan. Kami semua mendukung ibu.

******




**Persoalan yang dialami Bu Prita Mulyasari berawal dari sebuah email yang dikirimkan kepada beberapa temannya sejak 2008. Entah kenapa, email curahan hati ini bisa tersebar luas di dunia maya. Hingga akhirnya Bu Prita kalah dalam persidangan dan mendekam di penjara sejak 13 Mei 2009.

** Posting seruan untuk mendukung Bu Prita.

** Lebih jelas tentang persoalan yang menimpa Bu Prita, silakan ke Ndoro ini dan Ndoro ini juga

Dari peristiwa ini, saya jadi mengambil pelajaran. Hati-hati mencurahkan isi hati kepada teman atau siapapun. Apalagi ditulis di dunia maya. Banyak orang 'jahat' di luar sana.
 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon