Serius. Konyol sekali!
Bandit menyelidiki bandit. Lihat saja Pansus Century. Anggota pansus ini berniat menyelidiki kasus bailout century. Tapi apa? Beberapa di antara mereka malah tersangkut kasus korupsi. Sebutlah kasus dugaan L/C fiktif Century dan kasus suap pemilihan deputi gubernur BI tahun 2004 yang menyeret beberapa nama politisi senior.
Di tengah pasang surut pengusutan kasus Century, tiba-tiba terperiksa ditunjuk menjadi Managing Director di World Bank. Dan.. Good bye Pansus Century, Good bye KPK!
Beberapa hari kemudian, tidak kalah mengejutkan, pemerintah membentuk Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik dengan ARB sebagai ketua pelaksananya.
Oh yeaah.. sekarang tidak hanya pansus Century yang bubar, kasusnya pun bakal menguap. Dan uang Rp6,8 triliun batal diusut terkubur oleh setgab. Kasus pengemplang pajak pun hilang tanpa jejak. Apalagi Lumpur Lapindo!
Belum ada penyelesaian kasus Century, anggota dewan yang katanya mewakili rakyat tiba-tiba berteriak minta pembangunan gedung baru. Tidak tanggung-tanggung, biayanya Rp1,8 triliun! Alasannya gedung lama sudah miring 7 derajat. Mengalahkan kemiringan Menara Miring Pisa di Italia!
Tidak lama berselang, lagi-lagi anggota dewan yang katanya penyalur aspirasi rakyat, kembali berkoar-koar minta jatah Rp15 miliar per orang untuk daerah pemilihannya masing-masing. Totalnya Rp8,4 triliun!
Dagelan ternyata belum selesai. Di luar senayan, bandit kelas internasional diduga terlibat kasus suap pencetakan uang, pemberantasan teroris dengan cara menembak mati, utang yang menggunung, pengacara koruptor mendaftar jadi calon ketua KPK, wacana ARB jadi presiden, hahahaha... Dan rentetan kasus lainnya yang panjangnya sama dengan deret hitung matematika!
Ah iya, itu baru politik. Belum lagi masalah pengangguran, kemiskinan, anak jalanan, bencana, pemadaman, perburuhan, infrastruktur, lingkungan, kriminal, pendidikan…silakan dilanjutkan.
Masalah demi masalah terus mendera negeri ini. Dan yaa saya percaya, ini adalah bagian dari struggle of life. Masalah-masalah ini bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi.
Semoga negeri ini tidak hanya ‘lucu’, tapi segera bergerak maju. Semoga negeri yang lama terjangkit ‘penyakit’ ini segera bangkit. Semoga dan semoga..
**Foto dari dokumen pribadi
yah begitulah negeri ini.
ReplyDeletepenjahat dengan bangga bisa jadi pahlwan
Mbak Ethie, fotonya sangat emosional. Alangkah lucunya negeri ini...
ReplyDeletesemoga Alloh tidak Murka dengan negeri ini...
ReplyDeletewahai para dewan yang terhormat, apa yang telah anda berikan untuk negeri ini, jangan hanya menuntut haknya. masih adakah rasa kemanusiaan kepada rakyat kecil
ReplyDeletehuhuhu..
ReplyDeletesaya benci sama dewan negeri ini..
tapi saya cinta tanah air ini....
:)
mudah2an suatu saat sayah bisa berbuat sesuatu yang membuat negeri ini tidak lagi lucu :D
ReplyDeleteaku pingin banget liat filemnya tapi mpe sekarang belum kesampaian,,, nunggu ada URL donlotnya sih ;))
ReplyDeletemembahas masalah di negeri ini memang keknya ndak bakal ada habisnya, seperti terputar2 dikisaran masalah itu sendiri, ga ada ujung pangkalnya, hehe..
ReplyDeletetapi Insya Allah akan tetap ada solusinya, mudah2an bisa terselesaikan. *optimis mode ON
wah.. belum sempat nontonnya...
ReplyDeleteterlalu banyak masalah yang ada di negeri ini karena hampir semua yang ada di negeri ini sudah terlalu jauh dari ajaran agama yang selalu mengajarkan untuk kebaikan. Agama yang ada hanya dipakai sebagai pelengkap kehidupan, bukan penuntun jalanya kehidupan
ReplyDeletekita selalu berputar pada masalah yang kita ciptakan sendiri, sehingga kita tak bisa keluar dari lingkaran permasalahan itu. perlu usaha keras dan kemauan baja agar lingkaran masalah yang kita buat itu mampu terputus
ReplyDeletesusah harus percaya kepada siapa di negri ini
ReplyDeleteudah nonton filmnya ya?
ReplyDeleteKadang seperti dermawan, tapi dibaliknya bisa membawa beribu masalah dan rintangan...
ReplyDeletehuhuhuhu...
hati² deh jaman sekarang...
Herry Rachman
http://imherry.blogdetik.com
http://herry.blogs.or.id