Sahabat (2) - Agus Rivolta

Tadi pagi, tiba-tiba saya teringat seorang sahabat di Pulau Sumatra sana. Kangen dan sedih tiap kali mengingatnya. Kami benar-benar lost contact. Saya cuma ingat, terakhir bertemu ketika saya selesai wisuda dan harus mengurus legalisir ijazah. Dan dia? Dia masih sibuk mengurus skripsinya..*Maaf sob, gw duluan. Nunggu lo lamaaaa*

Namanya Agus Rivolta. Nama yang bagus yang sering saya plesetkan jadi Agus Ripoltak. Dia satu-satunya sahabat cowok paling dekat yang pernah saya punya selama kuliah. Pertama kenal, ketika saya dapat tugas dari Teknokra, salah satu pers mahasiswa di Universitas Lampung. Saya ditugasi mengumpulkan bukti pembayaran SPP dari semua jurusan di FKIP untuk keperluan litbang saat itu. Dan satu di antara mahasiswa yang saya jadikan sampel adalah Gusdur Ripoltak.

Sejak itu, saya dekat dengan dia. Mulai dari bertukar buku, ke perpustakaan, SCSC, rektorat, kantin, dan pulang bareng. Saking dekatnya, banyak yang mengira kami pacaran, tapi tidak sedikit yang menyangka kami kakak beradik atau sudah bersahabat sejak SMA.

Yeah, dugaan kami kakak beradik, karena kulit kami sama-sama putih (saat itu), matanya juga hampir sama, dan cara jalan yang katanya mirip!  Untuk yang terakhir saya nggak terima. Tapi banyak yang bilang begitu. Mereka bilang, cara jalan saya dan Agus ketika menuruni tangga itu sama. Oh, noooo!! *mosok cara jalan cewek dan cowok sama*

Perkiraan saya dan Agus pacaran, ini yang bikin risih. Saya sering protes karena pamor saya sebagai cewek single jatuh lantaran dikira pacaran sama Agus. Weks, ogaaah!
ethie: Poltak, banyak cewek yang nanyain gw pacaran sama lo tuh. Ih, gw sih ogah!

Agus: Bilang aja iya. Hahahahaha..

ethie: Ogah ya pacaran sama cowok playboy cap kodok nungging kayak lo. weks! Lo udah nurunin pamor gw niih. Klarifikasi gih!

Agus: Gw juga ogah pacaran sama cewek tomboy kayak lo. Gak gw bangeeeeeeetttt... weks!

ethie: eh, tomboy sama playboy cocok tauk..  (Dan kami sama-sama tertawa)

Agus juga sosok yang tenar di kalangan cewek. Saya sampai kelabakan meladeni pertanyaan cewek-cewek genit itu.  Agus tenar karena dia memang cakep. Mirip sekali dengan Vic Zhou, aktor yang tenar di film Meteor Garden. (Pengen diaplod, tapi sayang, fotonya tertinggal di rumah...) Kedua, dia juga jago maen basket. Selebihnya, entahlah.. Yang pasti, di mata saya, dia sangat sangat baik.

Yang selalu saya ingat dari dia adalah setiap Januari, dia pasti ngasih saya dua buah coklat. Dua-duanya saya habiskan sendiri.

Hal paling memalukan adalah ketika dia tertawa terpingkal-pingkal melihat saya pakai rok ke kampus. Itu pertama kalinya saya pakai rok di kampus. Dan ternyata sukses bikin dia tertawa! Tapi lama kelamaan dia terbiasa melihat saya pakai rok.

Ada banyak kenangan indah dan lucu ketika bersamanya. Bawah pohon mahoni depan kampus FKIP Unila adalah tempat favorit kami. Di situ tempat kami berkeluh kesah, berbagi cerita, bercanda. Ah, kira-kira pohon mahoni itu masih ada nggak ya.. Dia pohon penyaksi persahabatan saya dan Agus.

Semoga suatu saat nanti kami bisa bertemu lagi. Saya tidak tahu, apakah dia masih di Lampung Utara atau sudah pulang ke Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Teman-teman Agus yang pernah saya kenal, sudah ganti nomor HP. Bener-bener lost contact..

Sob, lu dimana siihhhh??? Gw kangen tauuuk, kangen sama coklat Januarimu. Kangen sama panggilan sayang lu ke gw, kangen duduk di bawah pohon mahoni, kangen liat Gunung Rajabasa dari lantai lima rektorat.. kangeen semuanyaa...

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini


by: sheila on 7

11 comments:

  1. Terkadang sahabat bisa melebihi saudara....
    salam kenal...(gym)

    ReplyDelete
  2. hem...
    bagus2...
    lam kenal..
    kunjung balik ya

    ReplyDelete
  3. (ikutan ah)
    hai ethie,
    salam kenal juga deh..
    (hassle) (hassle)

    miyu(idiot)boodee

    just kidding..

    miyu(drinking)boodee

    ReplyDelete
  4. suit2...sapa tuh(banana_rock)

    ReplyDelete
  5. aku juga jadi kangen sama ayah.. (heart_beat) *halahhhhhhhh* (haha)

    ReplyDelete
  6. (funkydance)(funkydance)(funkydance)(funkydance)

    akhire iso tekan kene jugaa...

    fiuuhh..sek tak moco sek... (bigeyes)(bigeyes)

    ReplyDelete
  7. aku kangen karo bojoku.. sek ah tak (girlkiss) bojoku sek...

    ReplyDelete
  8. lhaa aguuss..aguuss.... where ar yuuu...

    aku juga mengalami hal yg sama dengan dirimu nak, dan sahabatku yg aku cari ternyata ga punya pesbuk.. (hassle)

    ReplyDelete
  9. oalahh ... agus ... agus ... *niru2 iklan*

    ReplyDelete
  10. Hai semuanyaaa.. Ada makanan ga?(hungry)

    ReplyDelete
  11. mba eti...

    lam kenal... aku skrg lagi KKN di lamp.sel...

    kebetulan ditempat KKN saya, ada orang yg namanya pa agus rivolta, dia alumni unila jur.pend. olahraga... mungkinkah orang itu yg anda cari??kalo iya nanti saya kabari... add ajah fb saya "evi calm"

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon