(Maaf ya jenk..)
Perjalanan persahabatan selama kuliah juga diisi dengan ketidakcocokan yang kerap membuat masing-masing berdiam diri, dan kembali memahami. Ya memahami, bahwa bersahabat tidak harus selalu satu ide, satu rasa, satu selera, dan satu lainnya. Berbeda malah indah toh..
Pertengahan 2002 sampai 2006 saya selalu bersama dengannya, ya karena dia memang selalu menyediakan tempat duduk satu, khusus buatku ketika sama-sama satu mata kuliah. Dia juga yang mengingatkanku supaya fokus mendengarkan dosen di depan. Ya, karena saya memang selalu asik dengan diri sendiri.
Sampai pada Juni 2006, ternyata dia harus meninggalkan saya. Dia wisuda Juni, sedangkan saya masih sibuk mengurus ujian skripsi. Hmmm.. Kalau saya sedikit gigih, pasti bisa wisuda bareng dengannya. Terpaksa saya diwisuda September 2006. Hari ketika dia diwisuda, saya foto bersama dengan dia dan pacarnya, Budi, orang yang kini menjadi suaminya.. Selamat sahabatku..
Awal 2008, dia dan Budi memutuskan untuk menikah. Bahagianya. Kala itu, saya sudah berada di Pulau Kalimantan. Sekali lagi selamat ya Va.. (semoga dia membaca)
Dua hari lalu, dia tiba-tiba kirim SMS. Ah iya, sudah satu bulan lamanya saya tidak pernah berkirim kabar dengannya. Dan kemarin dia mengingatkan bahwa ada dia di belahan pulau lain yang ingin berbagi. Eva memberi kabar, suaminya masuk rumah sakit karena tipes. Dia juga membagi fotonya bersama anak dan suaminya via MMS.
Bahagianya melihat seorang sahabat kita memiliki kebahagiaan seutuhnya. Melihat dia, suami dan anaknya berbahagia meski sedang diuji sakit. Cepet sembuh yaa... :-)
*Itu salah satu foto yang dia kirim*
in tes emo :>:O>:-q:^V
ReplyDelete:H::A:>:<:O>
ReplyDelete