Saya : Tante, om pernah nggak manggil tante pake kata 'KAMU'?
Tante: Nggak pernah thie, dari sejak pacaran. Kalau dia sudah pakai kata 'KAMU' berarti dia sedang marah.
Saya : (senyum) seneng ya tan?
Tante : Dulu om manggil tante, dik. Tante manggil om, mas. Setelah punya anak, ya ayah-ibu. Tapi sangat jarang, om marah dan nyebut 'kamu'.
Saya : (senyum lagi) om waktu pacaran gimana tan? *mengalihkan pembicaraan****
##Dialog di suatu malam dengan seorang bunda. Di sebuah jendela YM yang penuh canda. Dan mengajukan pertanyaan yang sama.
Saya : Bun, ayahnya kaka pernah manggil bunda pake kata 'kamu' gak?
Bunda : Gak, dia anti sangaaaaaattttttt. Alesane, kayak sama yang gak kenal. Pernah waktu awal pacaran, aku manggil 'kamu'. Dia lgsg nutup telpon.
Saya : wohooooo.. aku bangeettt tuh... :-)
Dan chating berlanjut dengan cerita-cerita lucu, membahas emoticon yang nggilani, sampai ngerjain kriwel yang sudah berganti appearance :)***
Ya, saya memang sengaja menanyakan itu pada orang-orang yang sudah menikah. Buat saya, sebutan 'kamu' untuk orang yang tersayang kurang sreg. Bukan... Bukan karena kurang sopan atau tidak menghargai. Cuma kurang nyaman. Duh, saya kesulitan membahasakannya. Tapi kurang lebih begitu.
Saya pikir, panggilan mesra dalam sebuah pernikahan bisa dimulai dari ketika kita bertemu dengan si dia yang kelak menjadi suami/istri kita. Ketika dari awal sudah terbiasa dengan panggilan, elo-gue, kamu-aku, aku-awak, dsb.. Maka, akan sulit mengubahnya.
Ini pendapat orang yang terlalu serius mungkin. Ya, karena saya menganggap pacaran itu sebagai ajang untuk belajar sebelum kita memasuki gerbang kehidupan baru. Belajar untuk memahami si dia, belajar mendampinginya dalam suka dan duka, belajar menghargainya, dan belajar banyak hal lainnya. Jadi, ketika memasuki pernikahan, akan terbiasa.
Cuma contoh nih ya. Seorang istri memecahkan piring. Pada saat bersamaan suaminya melihat dan berkomentar:
"KAMU hati-hati dong kalo bawa piring" (misal nih ya..)
Bandingkan dengan komentar ini:
"BUNDA, hati-hati dong kalo bawa piring" (misaaaaaall)
Kalau menurut saya, komentar terakhir lebih soft ketimbang komentar pertama. Entah kenapa.
Ini hanya pendapat saya pribadi. Saya tidak menafikan diri, panggilan 'kamu', 'elo' atau 'awak' sekalipun tidak masalah. Karena saya juga sering ber'kamu-kamu, ber-elo elo' dengan teman.
Tapi untuk orang yang tersayang, tetap dengan panggilan sayang yang khas, yang spesial, yang khusus.
Ini hanya soal selera, soal rasa. Selebihnya, terserah sodara. :-)
**********************
setujuh tuh..
ReplyDeletekalo ama orang tersayang mending pakai panggilan sayang..
hehehe//
memang kesannya jauh lebih sopan jika memakai nama
ReplyDeletetapi kalo dipakai keliatan kurang pas apalagi kalo ma temen