Sedikit Refleksi Diri

Sabar. Kata yang hanya terdiri dari lima huruf ini sulit sekali diterapkan. S-A-B-A-R. Ah ya, saya sering sekali berkata, 'yang sabar ya' ketika teman bercerita tentang masalahnya.

Saya juga kerap kali berkata pada diri sendiri, 'Sabar thie, buah sabar itu sangat manis dan indah'. Selalu demikian. 'Sabaaarr' *manggil nama orang*

Tapi pada kenyataannya, spirit tinggallah spirit karena toh, saya masih saja tidak sabar. Malu rasanya ketika mengucapkan, 'yang sabar ya' tapi diri ini belum mampu menerapkan sifat Rasulullah yang indah ini.

Sampai pada suatu hari, saya tertegun dan akhirnya menangis. Apa yang sudah saya katakan pada adik di pulau sebrang sana. Saya meluapkan ketidaksabaran ketika adik berbicara panjang lebar, mengeluhkan ini dan itu,  dan tetek bengek lainnya. Sedangkan jawaban saya?

Yang saya rasakan pada saat itu, saya juga sedang dirundung kesedihan, saya di sini sendiri, saya sudah..ah, banyak ketidaknyamanan yang saya rasakan. Dan dia?? Itu yang saya rasakan, dan ketidaksabaran pun meluap. Adik saya diam, saya juga diam. Kemudian, yang ada hanya senyap.

Dua jam setelah saya telepon adik, saya membaca artikel sambil mendengarkan lagunya Kang Oppick. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba butiran bening jatuh di pipi saya. Saya baru sadar, saya bukan penyabar. Saya masih jauh dari sabar.

Tidak menunggu lagi, saya langsung telpon adik, mendengarkan apa yang dia minta, mendengarkan apa yang dia alami, dan memperbaiki kesalahan..

Saya janji, saya harus bangkit. Saya tidak mau terus menerus dirundung kesedihan karena masalah yang tak layak membuat sedih. Kesedihan yang justru mengabaikan keluarga, teman dan kehidupan lainnya. Kesedihan yang membuat kesabaran saya mengikis. Its enough.

Kemarin sore, seorang sahabat mengingatkan saya tentang kematian. Tentang teman dari sahabat saya yang dipanggil kembali olehNYA. ‘Inna lillah wa inna ilaihi raji'un' (sesungguhnya semua milik Nya dan akan kembali padaNya). Ah iya, semua pasti akan kembali padaNYA. Bukankah semua hanya pinjaman dari Allah? Termasuk semua yang ada di sekitar kita, semua yang kita miliki adalah pinjaman dan pasti akan kembali.

Bahkan napas kita yang sering kali dianggap milik kita, adalah property-NYA. Tidak ada yang bisa mengelak ketika Sang Pemilik kembali mengambilnya, pun juga tidak ada yang bisa mencegah. Kulit yang tiba-tiba mengeriput juga atas KuasaNYA. Daun yang jatuh pun atas Kuasanya. Tidak ada yang terjadi di dunia ini, selain atas kehendakNYA. Betapa kita tidak berdaya. Betapa kita tidak ada apa-apanya..

Saatnya memperbaiki diri dan meraih cintaNYA. Semoga istiqomah. Amiiin. Yuk perbaiki diri. Ada yang mau dengerin dan resapi lagunya Kang Oppick ft Gito Rolis?

Cukup Bagiku



Penuhi jiwa ini dengan satu rindu
Rindu untuk mendapatkan rahmat-Mu
meski tak layak ku harap debu cintaMu
meski begitu hina ku bersimpuh


Cukup bagiku Allah segalanya untuk-ku
Di hatiku ini penuh terisi segala tentang Allah
Kepada Nabi Muhammad tercurah solawat Allah
Tiada Tuhan selain Allah cukup bagiku Allah


Hasby Robbi Jalallah
Ma fi qalby Ilallah
'Alal hadi Sollallah
Laa Ilaa ha Illallah

10 comments:

  1. kematian bukanlah hal yang seharusnya ditakuti. tetapi sebuah titik di mana kita harus selalu mengingat bahwa kita akan kembali kepada-Nya :-)

    Wong sabar kekasihe Gusti mbak :-)

    ReplyDelete
  2. wah kalau saya ditanya kematian gimana ya.

    jdi pingin segera pergi bertobat :)

    ReplyDelete
  3. subhanallah.. sungguh indah suatu bila manusia mau bersyukur dan sadar akan kekurangan pada dirinya :D
    Thie.. dirimu pasti bisa melalui apapaun yang terjadi. Allah tak akan memberikan segala cobaan diluar kemampuan hambaNya... (cozy)

    even if there's no one beside you, just remember that you still have us... walau jarak memisahkan, tp terasa dekat di hati. don't be sad... kamu banyak menguatkanku... (girlkiss)

    ReplyDelete
  4. saat jiwa terpenuhi rindu, maka ungkapkan dgn do'a biar terwujud rindunya :D

    ReplyDelete
  5. sabar diberikan oleh Nya untuk menghadapi masalah..
    sabar diciptakan ALLAH tiada batasnya..

    salam kenal..kunjungan pertama ne..

    ReplyDelete
  6. (scenic)
    Ketika hidup harus memilih,
    adakah sesal dalam jiwamu ?
    Langit masih berputar,
    namun tak pernah ada sabar,
    Dalam jejak langkah mu.

    ReplyDelete
  7. sabar tak ada guna kalau hati tak ikhlas,
    saya juga terus mengasah ikhlas yang saya miliki itu,
    berat memang ...

    ReplyDelete
  8. Selamanya Akan Bahagia Andai Rajin berdo'a.
    Sabar ya,,, Semoga bahagia.
    Salam dariku.

    ReplyDelete

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon