Hanya soal 'waktu'

Semalam, entah kenapa tiba-tiba ingin sekali membuka-buka file lama. Hasil ketikan yang cuma sekilas, hanya sempat disimpan, dan dibiarkan tanpa disentuh sama sekali.

Awalnya, berniat suatu saat akan dibuka kembali dan dilanjutkan. Tapi, setiap kali berada di depan kompi bukan itu yang dilakukan, melainkan sibuk browsing ke sana kemari dan melakukan kegiatan I2L.

Dan semalam, ketika membuka satu per satu file-file lama, saya menemukan beberapa cerpen yang masih menggantung tanpa pernah selesai, puisi, note-note tidak penting tentang keseharian, tentang kesehatan, hidup, dan cinta..

Di antara temuan-temuan itu, ternyata ada yang menarik hati saya. Yak, sebuah puisi atau lebih tepatnya coret-coret ndak jelas. Ini diaaa... Monggo dicerewetin, dibantai, diapain lah, suka-suka sodara!
YANG terasa sekarang adalah hampa.
Hari-hari yang ku jalani bersamamu, seolah sekedar pengusir ragu.
Bahwa kau dan aku sejalan.
Meski tanpa arah, pun tujuan.
Karena tujuan menuju ridhoNYA terhalang olehnya.
Orang yang sangat kau cinta.
Orang yang hanya padanya kau temukan surga.
Aku sadar, kau dalam kebimbangan.
Gamang menentukan pilihan.
Tapi aku tidak akan memaksa.
Biarkan semua mengalir apa adanya.
Biarkan aku menunggu sampai waktunya tiba.
Bukankah kau sendiri yang bilang, bahwa semua hanya soal 'waktu'?
Tak perlu resah dengan lara yang akan mendera.
Karena aku sudah terbiasa dengan lara...  -8 Feb 09-

Puisi ini dibuat 8 Februari 2009. Hmmm.. yayaya... Saya masih ingat persoalan itu. Ternyata, ketika saya menghadapi persoalan tersebut, saya sudah menuliskannya dalam sebuah coretan yang disia-siakan. Hingga, pada beberapa bulan kemudian, 'waktu' pun menjawabnya dan kini saya menemukannya kembali.

Pada akhirnya, saya yang harus menerima lara. (atau justru sebaliknya?)

0 comments:

Post a Comment

 
Cerita Kita Blog Design by Ipietoon