Saya tidak akan 'mencereweti' kepergiannya dengan mengaitkannya pada kekejaman kapitalisme industri hiburan yang kian menggurita.
Yang saya tahu, penyanyi yang kondang dengan lagunya Tak Gendong ke Mana-Mana ini, meninggal secara mendadak. Lelaki kelahiran 5 Mei 1957, di Magersari, Mojokerto ini telah dipanggil oleh Yang Kuasa, setelah terkena penyakit jantung.
Ia meninggal, justru ketika kariernya di panggung hiburan Indonesia tengah melejit. Ribuan warga yang juga menjadi fans beratnya berduka. Pun halnya dengan saya. Kepergian Mbah Surip tidak pernah kita duga. Siapa yang pernah menyangka Mbah Surip akan 'pergi' secepat itu? Mbah Surip yang kita kenal dengan suara tawa membahana ini berpulang untuk selamanya.. Berpulang tanpa menggendong apapun. Semua ia tinggalkan. Ah iya, semua ia tinggalkan...
Ai luv yu full, Mbah..
Si Burung Merak Juga Berpulang
Tidak berselang lama, Jum'at pagi (7 Agutus 2009), Indonesia kembali berduka. Penyair terbaik kita juga berpulang. W.S. Rendra, Si Burung Merak 'terbang kembali ke sangkar surgawi' juga karena penyakit jantung. Semuanya tersentak! Budayawan kelahiran Solo 1935, yang selalu memberi semangat pada anak bangsa ini harus kembali pada Yang Kuasa.
Ah, Pak Rendra.. Siapa lagi yang akan memberi kami semangat dengan puisi-puisimu yang kritis dan bernas, dengan syair-syair yang membangunkan semangat anak bangsa? Akankah lahir Rendra-Rendra berikutnya? Akankah lahir penyair yang berani, yang lantang menyatakan realita yang nyata? Penyair yang tidak takut dengan jeruji bui, penyair bernyali, dengan semangat tak pernah mati..
Saya sungguh-sungguh merasa kehilangan seorang budayawan sejati yang tetap berkarya meski sedang didera sakit. Bahkan di akhir hayatnya sekalipun, ia masih tetap berkarya. Ini adalah puisi W.S. Rendra yang dibuat sebelum meninggal. Ia tulis pada 31 Juli 2009 di RS Mitra Keluarga.
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu
Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga
Selamat jalan, duhai budayawan, selamat jalan pejuang bangsa.. Kau telah Memberi Makna Pada Hidup Yang Fana, sesuai dengan judul puisimu.. Kami akan terus mengenangmu, mengikuti jejakmu...
*****
Dari dua peristiwa ini, ada banyak yang perlu kita pelajari. Bahwa dalam kondisi apapun, kita harus selalu siap 'dipanggil' kembali oleh Allah SWT. Dalam kondisi seperti apa kita 'menghadap Yang Kuasa', sangat bergantung dengan apa yang kita lakukan saat ini. Ah iya, kita bukanlah siapa-siapa. Mari persiapkan diri sebaik-baiknya. Semoga, ketika kita kembali padaNYA dalam keadaan husnul khotimah. Amiiiiin.
***Pastinya, masih banyak lagi pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa ini.
***Sebenarnya saya ingin melanjutkan dengan peristiwa di hari yang sama, di mana Densus 88 mengepung tempat persembunyian Noordin M Top. Tapi, saya merasa perlu untuk memisahkannya. Bukan apa-apa, dan tidak karena apa-apa. Saya hanya perlu fokus.
Selamat bermalam minggu semuaaaa...
yang noordin m top bisa dibaca kapan nih? smgt!!
ReplyDeleteselamat hari senin..